PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Insiden balon udara maut dua hari berturut memantik keprihatinan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Kang Giri, sapaan bupati, meminta seluruh warga Bumi Reog stop mercon dan balon udara . Baik itu, merakit maupun menerbangkannya.
Sejatinya, larangan itu bukanlah kali pertama. Pemkab setempat mengeluarkan larangan keras balon udara sejak akhir ramadan lalu.
Larangan sempat digubris saat Idul Fitri dengan minimnya balon udara yang mengudara. Kang Giri mengaku kaget justru pasca lebaran balon udara bermunculan.
Bahkan dua insiden dua hari berturut-turut melukai enam warga. ‘’Tengah malam kami dikabari Pak Kapolres bahwa ada ledakan mercon lagi, setelah Senin pagi itu, tentu kaget juga,’’ cerita Kang Giri.
Kang Giri sepakat balon udara dan mercon bukanlah tradisi warga Ponorogo. Menurutnya banyak imbas negatifnya, pun, membahayakan.
‘’Kalau luka kena ledakan itu siapa yang rugi? Pemerintah melarang bukan karena benci, tapi karena sayang dan ada dampak buruk yang dicegah,’’ tegasnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres setempat ihwal penanganan mercon dan balon udara tersebut.
Tak pandang bulu, dia ingin penanganan kasus tersebut dilakukan seadil mungkin.
Pun memberi efek jera, hingga tak ada lagi masyarakat yang membuat balon udara atau mercon ke depan.
‘’Usut tuntas biar jera. Bersama polisi sampai tingkat desa, kami ingin muncul kesadaran, termasuk mengawasi kalau ada yang mau menerbangkan atau membuat (mercon dan balon udara, Red)’’ ungkapnya. (gen/kid)
‘’Usut tuntas biar jera. Bersama polisi sampai tingkat desa, kami ingin muncul kesadaran, termasuk mengawasi kalau ada yang mau menerbangkan atau membuat (mercon dan balon udara, Red).’’
SUGIRI SANCOKO
Bupati Ponorogo
Editor : Nur Wachid