PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Asal comot jago dalam Pilkada dipastikan blunder. Pemilihan bakal calon bupati (bacabup) dan wakilnya (bacawabup) menjadi penentu dukungan secara elektabilitas, elektoral, koalisi, serta suara akar rumput.
Pengamat politik menilai poros tengah berpeluang mendapat dukungan penuh jika benar adanya tiga calon maju dalam kontestasi.
Lukman Santoso, dosen Hukum Tata Negara IAIN Ponorogo berpandangan PKB memiliki potensi lebih menduduki poros tengah.
Karena itu, menurutnya PKB memilih memantau perkembangan dua poros yang telah santer berkoar di publik. Yakni, PDIP di poros petahana, dan Nasdem di poros rivalitas.
‘’PKB punya modal besar, saya kira masih menunggu siapa yang akan dimunculkan incumbent maupun Nasdem, sebelum ambil sikap,’’ kata Lukman.
Dia menambahkan bahwa PKB punya modal utama dengan perolehan delapan kursi pada Pileg 2024.
Perolehan itu menempatkan PKB duduk di kursi ketua DPRD Ponorogo. Jika toh maju dalam Pilkada kemudian belum beruntung, menurutnya PKB punya posisi sentral di legislatif.
‘’Mau kalah menang dalam Pilkada nanti, misalnya PKB maju sebagai partai utama dan koalisinya, PKB tetap punya power. Inilah keuntungan yang dimiliki PKB,’’ ujarnya.
Lantas siapa calon yang berpeluang besar bakal diusung PKB? Lukman sepakat hal itulah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi PKB saat ini.
Salah perhitungan dalam memilih calon, menurutnya berakibat fatal. Menurutnya PKB harus berhitung cermat dan jeli memilih calon.
‘’Pilkada berbeda dengan pileg atau pilpres, karena ketokohan menjadi kunci kemenangan di Ponorogo,’’ jelasnya.
Kendati tak menyebut nama, Lukman membeber ada partai besar yang asal pilih tokoh tumbang dalam Pilkada di beberapa daerah.
Pertimbangan tersebut diyakininya menjadi patron bagi PKB saat ini menentukan langkah.
Bahkan tidak menutup kemungkinan, jika PKB tak menemukan jago yang mentes (berkualitas jempolan) sesuai nurani rakyat, partai berlambang bola dunia itu pilih mengekor ke dua poros yang ada.
‘’Sejauh ini yang terlihat di permukaan masih dua (poros, Red), tapi kemungkinan poros baru (tengah) berpeluang besar apalagi politik di Ponorogo sangat dinamis,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid