PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Perbaikan infrastruktur pasca bencana semestinya menjadi prioritas.
Jalur Ngebel-Dolopo (Madiun) masuk Dukuh/Desa Ngrogung, Ngebel tak tersentuh perbaikan pasca tertimbun longsor Oktober 2022 lalu.
Kondisi jalan yang rusak dan beresiko terhadap pengguna jalan memantik warga setempat melakukan perbaikan mandiri kemarin (28/4).
Marwan, tokoh desa setempat, menyatakan bahwa sejatinya material longsor telah dibersihkan pasca longsor besar dua tahun silam.
Jalan urung diperbaiki, pun, semakin rusak lantaran sisa-sisa material di mahkota longsor kerap terbawa air hujan dan menutup saluran irigasi di tepi jalan.
‘’Akibatnya jalan semakin rusak, membahayakan pengendara,’’ ujar Marwan.
Warga sepakat gotong royong menambal lubang-lubang besar di jalan dengan sisa bebatuan longsor yang dipecah.
Mereka juga membersihkan sisa material longsor yang menyumbat saluran irigasi.
Selain mengantisipasi memakan korban pengguna jalan, jalur tersebut merupakan pintu masuk menuju kawasan wisata Telaga Ngebel dari arah Madiun.
‘’Justru karena ini jalur utama ke Ngebel dari Madiun kami tidak ingin menunda kerja bakti ini. Sudah banyak pengguna jalan yang jatuh di sini,’’ ujarnya.
Dia menambahkan bahwa warga masih trauma dengan longsor besar di titik tersebut. Kala itu, tebing sepanjang 300 meter longsor.
Bahkan material longsor yang menutup jalan di titik tersebut mencapai tinggi 5-7 meter. Apalagi hingga kini masih ada retakan di sekitar mahkota longsor yang membentang ke arah timur.
Selain perbaikan jalan permanen, warga juga berharap adanya penanganan mengantisipasi longsor terulang.
‘’Inginnya jalan diperbaiki, dan bekas longsor ini masih terlihat rawan, kami harap juga ditangani,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid