PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah meletup tensi panas antara PDIP dan Nasdem, publik mempertanyakan pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) kedua partai politik (parpol) tersebut untuk maju dalam Pilkada 2024.
Seperti saling lirik taktik, poros petahana (PDIP) dan poros rivalitas (Nasdem) pilih wait and see membuka pintu pendaftaran.
Ketua DPC PDIP Ponorogo Bambang Yuwono angkat suara. Bambang memastikan parpolnya dipastikan bakal membuka pendaftaran bacabup maupun bacawabup.
Kendati belum menentukan jadwal pendaftaran tersebut, pihaknya menantikan instruksi dari DPP.
Bambang memperkirakan pendaftaran dibuka satu paling lambat dua bulan ke depan.
''Memang sudah ada surat dari DPP tentang itu (pendaftaran, Red), tapi kami masih perlu proses,'' kata Bambang.
Bambang Logos, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa proses pemilihan calon bakal dilakukan ketat.
Tak sekadar pilih orang serampangan, namun juga harus menyamakan persepsi dan cita-cita membangun Ponorogo.
Selaras dengan opini publik bahwa Sugiri Sancoko bakal menjadi jago, menurutnya bupati memiliki poin plus untuk mengantongi rekomendasi.
‘’Tidak serta merta lepas ke atas dan dapat rekom, ada dialog juga nanti dengan internal partai dan rakyat,’’ ujarnya.
Sementara poros rivalitas memastikan diri tak menjaring calon melalui mekanisme pendaftaran. Jika tidak mbleset, Ipong Muchlissoni sebagai Ketua DPC Nasdem Ponorogo yang bakal maju.
Baca Juga: Namanya Masuk Bursa Calon Wabup Madiun untuk Pilkada 2024, Begini Tanggapan Tontro Pahlawanto
Seolah membenarkan, Ipong menyatakan bahwa seleksi dilakukan secara ilmiah partai sebagaimana dilakukan saban Pilkada.
''Kami seringkali tidak memakai mekanisme penjaringan, tapi seleksi ilmiah partai,'' ujar Ipong singkat melalui sambungan seluler. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid