PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Tak perlu ada hak angket. Desakan tolak one way dalam aksi gabungan membuat Pemkab setempat melunak. Sekda Ponorogo Agus Pramono tampil menemui para demonstran.
Di hadapan mereka, Agus Pram, sapaan sekda, menyampaikan bahwa tiga ruas tersebut bakal dikembalikan dua jalur paling lambat Minggu (28/4).
Agus Pram menjelaskan, kebijakan tersebut telah diamini Bupati Sugiri Sancoko.
Mulai besok (25/4) hingga tiga hari ke depan, petugas dinas perhubungan (dishub) dipastikan bakal memasang perlengkapan sarana-prasarana dua arah.
Seperti pemasangan rambu, hingga water barrier pemisah sementara dua jalur.
''Karena masih dalam tahap awal, sarana-prasarana kami lengkapi dulu, sebelum bisa dikembalikan sedia kala nanti,’’ ungkapnya.
Pemilihan hari Minggu penerapan dua arah mempertimbangkan kepadatan arus lalu lintas (lalin). Mulai Jalan Gajah Mada (Gama), Sultan Agung (Sultag), serta Ahmad Dahlan (Ahlan).
Sehingga saat hari efektif keesokan harinya (29/4), pengguna jalan telah siap kembali dengan aturan dua arah.
''Kalau diberlakukan Senin nanti banyak yang lewat jadi bingung pengendaranya,’’ ujarnya.
Kang Giri, sapaan bupati, sebelum berangkat dinas luar kota pukul 09.00 kemarin, mengungkapkan bahwa pencabutan Surat Keputusan (SK) Bupati 100.3.3.2/ARH/523/405.20/2024 demi memauaskan masyarakat.
Enggan dipandang egois, dia berharap kebijakan one way tersebut tak disalahartikan.
''Kami ingin tumbuhkan HOS Cokroaminoto, Jenderal Sudirman baru, agar semakin ramai dan ekonomi berputar,’’ katanya.
Dia menegaskan bahwa perubahan kebijakan kembali dua arah berasal dari hati nurani warga. Kang Giri berharap kebijakan tersebut tak dipolitisasi.
''’Kami mengesampingkan kajian tentang pertumbuhan ekonomi, dan memilih memihak ke masyarakat, jalan kembali ke dua arah,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid