Kendati dipasang relawan, persaingan tujuh bulan jelang Pilkada 2024 diperkuat dengan gesekan tingkat elit di pemerintahan yang saling sindir kebijakan.
Meskipun belum sepenuhnya terang-terangan diumbar ke publik, dia unjuk bukti saling sindir statement beredar di media sosial (medsos).
''Baliho terutama jadi penanda awal pertarungan kembali Nasdem dengan PDIP. Disusul adu statement, ke depan semakin memanas,’’ kata Lukman.
Lukman memandang petahana (PDIP, Red) memiliki modal lebih. Secara umum, bupati memiliki kesempatan melalui kebijakan-kebijakan yang menguntungkan.
Pun memiliki ruang politik lebih luas. ''Politik petahana bisa memberikan kepastian ke pemilihnya untuk terus mendukung,’’ jelasnya.
Kendati demikian, bukan berarti Nasdem dipandang sebelah mata. Menurutnya, justru revan pada Pilkada 2024 ini jadi ajang final pertarungan Ipong dengan Sugiri.
Nasdem punya kesempatan lebih menggalang dukungan sebanyak-banyaknya.
Jika tidak ada poros tengah, pertarungan dua poros tersebut dipastikan kian ugal-ugalan.
''Bagaimanapun skornya masih imbang 1-1, tahun ini seperti menjadi final pertaruhan,’’ ungkapnya.
Lukman menambahkan, politik di Bumi Reog cenderung lebih dinamis ketimbang daerah lain.
Pun, ibarat esuk dele sore tempe, lumayan sukar ditebak. Sehingga memungkinkan segala peluang bisa terjadi.
''Termasuk berapa jumlah calonnya nanti, dilihat saja perkembangannya,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid