Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Polres Ponorogo Ringkus Delapan Maling Spesialis Bobol Rumah saat Ramadan, Komplotan Pencuri dari Berbagai Daerah di Jawa Timur, Ini Dalangnya

Sugeng Dwi N. • Kamis, 25 April 2024 | 19:24 WIB
AMPUN: Polres Ponorogo menetapkan delapan terduga pelaku sebagai tersangka kasus pencurian yang menyasar rumah kosong saat ramadan di Ponorogo kemarin (24/5). (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
AMPUN: Polres Ponorogo menetapkan delapan terduga pelaku sebagai tersangka kasus pencurian yang menyasar rumah kosong saat ramadan di Ponorogo kemarin (24/5). (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Masih ingat kasus maling di Ponorogo, Jawa Timur yang marak saat ramadan hingga lebaran lalu? Komplotan maling tersebut telah diringkus polisi baru-baru ini.

Delapan terduga pelaku sekaligus dalang spesialis pembobol rumah kosong saat ditinggal pemilik salat tarawih terancam dibui. Tak kepalang tanggung, mereka beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo mengatakan, penangkapan komplotan berawal dari tertangkapnya Pipit Luko Saputro, warga Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Pasuruan.

Pria 46 tahun itu kepergok warga saat hendak mencuri motor di Desa Nailan, Kecamatan Slahung Selasa (16/4) lalu.

Usai diamankan petugas, nyatanya bukan kali pertama aksi serupa dilakoni.

''Setelah kami kembangkan, ternyata beberapa kali pelaku juga mencuri bersama rekan-rekannya di Ponorogo,’’ ungkap Anton.

Pipit tidak lain merupakan dalang komplotan maling yang membuka jalan bagi polisi meringkus tujuh pelaku lain.

Yakni, Noviana, M. Subarkah, Endar Quin, Saifudin, Hadikul Fahmi, Saiku, serta Agus Sutrisno. Sejak 2023 lalu, mereka diketahui kerap membobol rumah-rumah kosong.

Bukan hanya Ponorogo, namun daerah lain seperti Kabupaten Trenggalek, Tulungagung dan Blitar.

''Kami amankan pelaku-pelaku ini dipersembunyiannya masing-masing, mayoritas dari luar Ponorogo,’’ ungkapnya.

Setiap pelaku memiliki peran berbeda saat beraksi. Noviana misalnya, satu-satunya perempuan dalam komplotan maling asal Kecamatan/Kabupaten Tulungagung itu berperan menyaru sebagai tamu.

Berawal mengetuk pintu, bila dirasa kosong, dia bakal mengundang Pipit sebagai eksekutor utama pencurian.

''Kalau ada orangnya nanti pura-pura bertamu, sisanya berperan sebagai pengamat TKP,’’ ujarnya.

Di Ponorogo sendiri, lanjut Anton, sejumlah wilayah telah berhasil digasak.

Tiga lokasi di Kecamatan Slahung, empat lokasi di Kecamatan Balong, dua lokasi di Kecamatan Sambit, serta satu lokasi masing-masing di Kecamatan Sawoo, Sampung, serta Siman.

Sejumlah barang bukti seperti uang tunai, handphone hingga sepeda motor turut diamankan petugas sebagai barang bukti.

''Kerugian masih kami kalkulasi, karena ada potensi TKP lain yang belum terungkap,’’ tandasnya sembari menyebut mereka ditetapkan tersangka kemarin (24/4). (gen/kid)

Editor : Nur Wachid
#dalang #polisi #trenggalek #maling #jawa timur #polres #pencuri #ramadan #komplotan #ponorogo