PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Pilkada tidak hanya menjadi ajang perebutan kursi calon bupati Ponorogo 2024, Jawa Timur.
Meski acap dipandang sebelah mata, pengamat politik menilai posisi wakil bupati (wabup) dinilai peran kunci kemenangan dalam kontestasi.
Wabup jadi nilai tambah dan meningkatkan peluang kemenangan.
Baca Juga: Narator Ngerahul
Robby Darwis Nasution, pengamat politik, menyatakan bahwa keberadaan wabup bukan sekadar pelengkap.
Penentuan calon wabup justru menjadi tantangan partai politik (parpol) dalam mengusung jagonya.
Wakil yang memiliki nilai tawar lebih dipastikan dapat meningkatkan derajat calon bupati.
‘’Wabup bukan sekadar pelengkap, tapi juga penguat bupati. Pasangan yang bagus tentu berpengaruh,’’ ujar Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) tersebut.
Robby unjuk contoh pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Menurutnya, wakil presiden memiliki nilai tawar basis massa Islam.
Apalagi, Ma'ruf Amin terkenal sebagai kyai dan tokoh senior organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Pun, strategi ini bisa menjadi pertimbangan dan trik kemenangan bagi parpol. ‘’Bisa saja bursa calon bupati Ponorogo yang muncul saat ini salah satunya juga menjadi wakil bupati,’’ ungkapnya.
Menyisakan waktu enam bulan sebelum pendaftaran, Robby memandang waktu tersebut terlampau singkat bagi parpol menentukan pasangan ideal.
Apalagi, menyamakan persepsi dan kemistri calon yang diusung. Sehingga parpol wajib memanfaatkan momen semanis mungkin sebelum pendaftaran.
‘’Jangan asal pilih atau kontrak politik semata,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid