NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Banyak kasus rajapati alias pembunuhan di lingkup keluarga karena kondisi rumah tangga yang tak harmonis.
Kasus-kasus serupa terdahulu, patut dijadiakan landasan penyelidikan kematian Suminten, 64, warga Desa/Kecamatan Bringin, Ngawi.
Fakta tentang kehidupan rumah tangga Suminten layak ditelusuri.
Kini, jawaban atas tanda tanya besar di balik kematian ibu rumah tangga itu mulai tampak.
Polisi menduga Suminten tewas bukan karena gantung diri. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Suminten merupakan korban pembunuhan.
Teropong membidik Parsi, 67, sebagai pelakunya. Pria yang tak lain adalah suami Suminten.
Dugaan itu muncul beradasarkan sejumlah hal hasil penyelidikan. Mulai kejanggalan-kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP), sampai sejumlah keterangan yang dihimpun polisi.
Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan, pihaknya telah mengantongi keterangan dari sejumlah saksi.
Baik dari anggota keluarga dan maupun tetangga korban.
Bahwa, hubungan Suminten dengan Parsi memang tidak akur.
‘’Keduanya sering cekcok. Ini menjadi petunjuk penting untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ kata Joshua, Selasa (19/3).
Fakta lain tentang keseharian Parsi dan Suminten juga datang dari warga setempat.
Harjo, salah seorang tetangga, menyampaikan bahwa pasangan suami istri (pasutri) itu belum lama tinggal di desa setempat.
''Mereja tergolong warga baru di sini (Desa/Kecamatan Bringin, Red),'' kata Harjo.
Ternyata, Suminten dan Parsi cuma hidup berdua. ''Tidak ada anak, mereka cuma hidup berdua,'' beber Harjo.
Diketahui, Suminten tewas pada dengan leher terlilit kain jarit pada Senin (18/3).
Laporan awal yang diterima polisi, Suminten meninggal karena gantung diri.
Parsi turut memberi keterangan bahwa Suminten ngendat alias gantung diri.
Namun, polisi tidak langsung mempercayai itu. Sejumlah kejanggalan ditemukan.
Kejanggalan itu seperti posisi jarit yang masih berada di leher korban.
Simpul tali, lanjut Suyitno, berada di bagian depan leher.
Jamaknya, simpul tali berada di tengkuk kalau gantung diri.
Kejanggalan lain, tidak ditemukan bekas jeratan dan luka pada leher maupun tenggorokan korban.
Petugas malah mendapati telinga kiri dan kanan korban mengeluarkan darah.
Kondisi ini biasanya disebabkan pukulan benda tumpul. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan