PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Uji coba jalan satu arah di sejumlah ruas pusat kota membuat jalan-jalan sirip kena imbasnya.
Ramai dipadati kendaraan yang ingin potong jalan, hingga membuat warga seputaran jalan kesulitan menyebrang.
Kasus warga jalan Argopuro, Ponorogo kapan lalu misalnya, mereka mengeluh sejak pemberlakuan satu arah, jalan selebar empat meter di depan rumah mereka padat lalu lalang kendaraan.
Bukan kabar baik, hal tersebut bahkan mengganggu kenyamanan masyarakat dan dikhawatirkan memicu kecelakan lalu lintas.
Ujung-ujungnya, belasan warga lokal menggelar aksi demo, menentut pembatasan kendaraan ruas Argopuro.
Lalu bagimana nasib jalan-jalan kecil di uji coba tahap kedua yang akan diberlakukan Pemkab Ponorogo nanti.
Jalan Tangkuban Perahu, Semeru dan Merbabu diprediksi bakal menjadi pusat keramaian baru imbas uji coba pemberlakuan satu arah tahap kedua nanti.
Terdampak pertemuan ruas Sultan Agung dari selatan ke utara, serta Ahmad Dahlan dari timur ke barat diprediksi, jalan tersebut akan menjadi jalan pintas pengguna jalan dari Madiun (jalan Soekarno-Hatta) hendak ke jalan Batoro Katong (Ponorogo timur).
Selain kendaraan-kendaraan roda dua, jalan sirip itu diprediksi akan dipenuhi kendaraan roda empat serta mobil barang yang hendak memangkas jarak tempuh.
Ketimbang, melintasi rute HOS Cokroaminoto, Gajah Mada, Sultan Agung yang diberlakukan satu arah.
Selain pusat kota, Jalan May. Jend Sutoyo dan Brigjen Katamso juga diprediksi semakin ramai.
Menyusul rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo mengalihkan kendaraan barang besar yang ingin ke Ponorogo timur lintasi jalan tersebut.
‘’Nanti akan kami pasang rambu penanda di perempatan pabrik es (pintu masuk May. Jend Sutoyo) sebagai alternatif kendaraan tidak lewat satu arah,’’ ujar Kepala Dishub Wahyudi. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid