Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Satu Nyawa Melayang Korban Gigitan Nyamuk DBD di Ponorogo, Bocah 10 Tahun Meninggal saat Alami Dengue Shock Syndrome

Sugeng Dwi N. • Jumat, 15 Maret 2024 | 00:49 WIB

 

Ilustrasi demam berdarah dengue atau DBD (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi demam berdarah dengue atau DBD (JAWAPOS.COM)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti di Ponorogo memakan korban jiwa.

Selasa (12/3) petang lalu, seorang anak 10 tahun meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU) RSUD dr Harjono, Ponorogo. Pasien asal Kecamatan Siman tersebut mengalami dengue shock syndrome (DSS).

Dr. Eko Jaenudin, dokter spesialis anak RSUD dr Harjono Ponorogo, menjelaskan bahwa DSS merupakan tingkatan paling parah dalam siklus DBD.

Kondisi itu diketahui sejak pasien masuk ke IGD sekitar pukul 16.03 Selasa. Pasien tersebut mengalami gejala berat, seperti tubuh dingin, muntah darah segar, kejang, hingga sesak nafas.

Sempat mendapatkan perawatan intensif, sayangnya nyawa bocah tersebut tak tertolong. ‘’Kondisi pasien memburuk dan meninggal dunia,’’ kata dia.

Eko menambahkan kasus DBD mengalami lonjakan dalam tiga pekan terakhir. Hingga kemarin (13/3), sebanyak 13 anak masih menjalani perawatan rumah sakit berpelat merah tersebut.

Mulai pasien usia  antara 3-13 tahun. ‘’Masyarakat perlu perhatikan, gejala demam 2-7 hari, pusing, nyeri sendi, mual, harus segera cari pertolongan medis, agar segera dicek laboratorium,’’ jelasnya.

Kabid Humas RSUD dr Harjono Sugianto membeberkan 55 pasien DBD dirawat selama Januari. Perinciannya, 7 anak antara 3-13 tahun, serta 48 pasien dewasa.

Sementara, di Februari lalu, 36 anak dan 108 pasien dewasa dirawat kurun waktu sebulan. Pun, hingga minggu kedua Maret ini, 41 anak serta 49 pasien dewasa ditangani petugas medis.

Baca Juga: Ada Bantuan Permakanan untuk Lansia dan Disabilitas di Ngawi, Anggaran Tembus Miliaran Rupiah

‘’Ada peningkatan signifikan akhir-akhir ini,’’ ungkapnya sembari menyebut pasien tertangani baik. (gen/kid)

Baca Juga: Kurangi Lima Menit Tiap Satu Jam Pelajaran SD dan SMP, Ini Alasan Dikbud Ngawi

PASIEN DBD DALAM ANGKA

Januari

7 pasien anak

48 pasien dewasa

Februari

36 pasien anak

108 pasien dewasa

Maret

41 pasien anak

49 pasien dewasa

(Sumber: RSUD dr Harjono Ponorogo)

Editor : Nur Wachid
#dbd #rsud dr harjono #aedes aegepty #nyamuk #demam berdarah dengue #korban #ponorogo