NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Waktu belajar siswa SD dan SMP di dalam kelas dikurangi.
Di Ngawi, penyesuaian yang dilakukan selama Ramadan itu punya maksud dan tujuan.
Yang mana, setiap satu jam pelajaran dikurangi lima menit.
‘’Setiap satu jam pelajaran dikurangi lima menit,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi Sumarsono kemarin (13/3).
Sumarsono menyebutkan, semula satu jam pelajaran SMP adalah 40 menit. Selama bulan puasa menjadi 35 menit.
Di jenjang SD, normal 35 menit menjadi 30 menit.
''Kalau ditotal, satu hari berkurang satu jam (60 menit),’’ ungkapnya.
''Kalau waktu istirahat dan kegiatan lain di luar jam pelajaran dilakukan seperti biasa,'' lanjut Sumarsono.
Penyesuaian jam pelajaran selama Ramadan itu diterapkan bukan tanpa sebab.
Pun, diharapkan tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
‘’Justru kami ingin anak-anak tetap bisa belajar dengan baik dan maksimal selama bulan puasa,’’ ujar Sumarsono.
Setiap satuan pendidikan telah diminta menyesuaikan pengurangan jam pelajaran selama Ramadan itu.
Selain itu, dikbud juga meminta pihak sekolah fokus pembelajaran intrakurikuler.
‘’Selama Ramadan, prioritas hanya intrakurikuler. Kokurikuler dan ekstrakurikuler dialihkan ke kegiatan rohani,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan