PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu - Intensitas hujan semakin meningkat di beberapa daerah mendekati akhir musim penghujan. Tidak terkecuali di Pacitan.
Hal itu berdampak pada potensi bencana di Pacitan yang meningkat beberapa hari belakangan.
Baca Juga: Harga Daging Ayam Naik, Gantian Beras Turun, Bupati Ponorogo Sidak ke Pasar Legi Jelang Ramadan
BPBD Pacitan mencatat di sepuluh hari awal Maret ini terjadi total 33 bencana alam. Mulai bencana kategori ringan, sedang, hingga berat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggoro mengatakan, jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah angin puting beliung, dengan 22 kejadian.
Baca Juga: Rumah Roboh Diguyur Hujan Semalam, Sekeluarga di Ponorogo Ini Pilih Tidur di Kandang Kambing
Bencana ini tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Punung, Pringkuku, Kebonagung, Arjosari, Bandar, Tegalombo, Tulakan, Ngadirojo, dan Sudimoro.
Selain angin puting beliung, BPBD Pacitan juga mencatat dua kejadian angin kencang di Kecamatan Kebonagung.
Satu kejadian gelombang rob di Kecamatan Tulakan, dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kecamatan.
Seperti Kecamatan Donorojo, Punung,Tegalombo, Tulakan, Kebonagung, Arjosari, dan Ngadirojo. ”Akibat bencana tersebut, 30 rumah warga mengalami kerusakan,” kata dia.
Baca Juga: Berwisata ke Sarangan Jelang Ramadan, Hati-Hati Hujan Deras Disertai Angin
Rentetan bencana di awal Maret tersebut mengakibatkan fasilitas umum rusak. Meliputi talud, lahan pertanian, saluran irigasi, fasilitas kesehatan, dan kandang ternak.
"Meskipun kerusakan yang terjadi cukup banyak, namun tidak ada korban jiwa. BPBD telah melakukan assesmen dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,'' tandasnya.(hyo/kid)
Editor : Nur Wachid