JAWA POS RADAR LAWU - Ramadan segera datang. Tak jarang, muda-mudi memanfaatkan momen menjelang datangnya bulan suci ini untuk pelesiran. Hal itu tampak dari arus lalu lintas menuju tempat wisata yang lebih padat ketimbang biasanya.
Kepadatan arus lalu lintas terjadi di jalur wisata, Jalan Raya Sarangan, masuk Kelurahan/Kecamatan Plaosan, Magetan, pada Minggu (10/3). Akses utama menuju wisata Telaga Sarangan itu sarat lalu lalang kendaran.
Perlu diketahui, cuaca saat ini tengah tak menentu. Bahkan, cenderung ekstrem.
Itu merujuk perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk.
Cuaca ekstrem bakal berlangsung sepekan ke depan. Bisa berupa hujan berlangsung siang hingga malam hari.
Hujan deras disertai angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Madiun Raya. Besar kemungkinan, terjadi sampai 14 Maret 2024.
Prediksi terbukti. Sabtu malam (9/3), hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah di Madiun Raya.
Banjir dan angin kencang melanda Magetan.
Catatan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, terdapat sekitar 30 pohon tumbang.
Mayoritas kejadian berada di wilyah Kelurahan Sarangan. Baik di sekitar lokasi wisata maupun sejumlah ruas jalan menuju salah satu destinasi andalan Magetan itu.
Para pengunjung wisata Telaga Sarangan atau sejumlah destinasi lain di lereng Gunung Lawu diharap hati-hati.
Bencana bisa datang kapan saja. Kedatangannya tak bisa ditolak.
Hujan deras disertai angin kencang amat berpotensi pohon tepi jalan tumbang. Pun, tanah longsor mengingat kawasan wisata di Magetan ini berupa dataran tinggi.
Hal ini menjadi bahaya tersendiri bagi pengendara khususnya pemotor.
Sekadar diketahui, sempat terjadi tanah longsor di jalur masuk wisata Telaga Sarangan pada Jumat (5/1) lalu.
Bencana di awal 2024 itu, terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan setempat.
Akibatnya, tiga warga menjadi korban dalam bencana tersebut.
Seorang bocah tujuh tahun asal Dusun Duwet, Kelurahan Plaosan, Magetan, meninggal.
Petaka seperti Baca Juga: Ibu Hamil Mengungsi hingga Rumah-Rumah Tergenang Akibat Banjir di Madiunitu patut dijadikan peringatan bagi warga yang hendak berlibur saat cuaca tak menentu.
Sebab, beragam potensi bencana bisa terjadi. (den)
Editor : Deni Kurniawan