Kang Giri, sapaan bupati, pun angkat suara terkait hal tersebut. Mumpung tahap uji coba, dia membuka keran opsi kajian guna mengoreksi maupun mengubah arah lalu lintas (lalin).
Kang Giri mengatakan, kajian dampak lalin tengah digarap Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Tak sekedar menakar masalah selama pemberlakuan uji coba 14 hari belakangan, namun dia meminta kajian arah dan ruas turut dilakukan.
Baik itu mempertahankan atau mengubah arah one way di Sultan Agung (Sultag) serta Ahmad Dahlan (Ahlan). ‘’Tim Dishub dan LLAJ (Lalu Lintas Angkutan Jalan) kami minta kaji kembali (uji coba satu arah, Red). Kalau itu harus dipertahankan atau dibalik kami tunggu hasil kajian,’’ kata kang Giri.
Kang Giri menyebut berbagai opsi perubahan uji coba one way dapat dilakukan. Seperti HOS Cokroaminoto ke selatan, Gajah Mada (Gama) ke timur, Sultag ke utara, serta Ahlan ke barat.
Konsekuensinya, diprediksi kendaraan bakal menumpuk di Jalan HOS Cokroaminoto. Namun menurutnya opsi tersebut mampu mengurai problem, sehingga pengendara memiliki pilihan jalur alternatif.
‘’Monggo dipikirkan, ini sedang uji coba jadi dicari mana yang bisa lebih baik,’’ katanya.
Dia memastikan kebijakan uji coba satu arah di sejumlah ruas tersebut demi perkembangan Ponorogo ke depan.
Pihaknya berjanji kebijakan itu tidak akan menyentuh apalagi menggusur pedagang kaki lima (PKL). Sebaliknya, dia berharap ekonomi Ponorogo tumbuh merata dan mendongkrak tata kota Bumi Reog.
‘’Kami berharap informasi tidak di-framing dan membingungkan rakyat,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid