PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - ‘Cuitan’ masyarakat terhadap uji coba one way sejumlah jalan protokol di Ponorogo bertebaran di media sosial (medsos).
Mayoritas pengguna jalan mengeluh jarak tempuh, hingga meningkatnya kecepatan pengendara lain yang melintas.
Tidak sedikit terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) saat uji coba terutama di Jalan Sultan Agung (Sultag).
Baca Juga: Sulitnya Nyeberang dari Thamrin ke Jalan Menur, Satlantas Polres Ponorogo Evaluasi Uji Coba One Way
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko angkat suara terkait polemik uji coba one way.
Bukan tutup mata, Kang Giri, sapaan bupati, memastikan pro kontra hingga kritik dan masukan tersebut ditampung.
Apalagi pemberlakuan jalur searah tersebut saat ini baru sebatas uji coba. ‘’Tetap akan dilakukan evaluasi karena ini sifatnya uji coba,’’ kata Kang Giri.
Dia menambahkan, tahapan uji coba one way masuk dalam evaluasi dan kajian forum lalu lintas angkutan jalan (FLLAJ) Ponorogo.
Baca Juga: Persimpangan Jalur Sirip Crowded saat Jam Sibuk, Hari Kedua Uji Coba One Way di Ponorogo
Serangkaian rapat dan hasil kajian bakal dipaparkan selama sepuluh hari uji coba ini.
Mulai kajian jalur satu arah Jalan Ahmad Dahlan (Ahlan), Sultag, Gajah Mada (Gama), hingga HOS Cokroaminoto.
‘’Termasuk jalan-jalan pendukung lainnya. Seperti Jalan Bhayangkara sampai M. Thamrin, kami kaji terus,’’ jelasnya.
Hasil evaluasi dan kajian tersebut, lanjut Kang Giri, bakal menjadi penentu nasib one way mendatang. Apakah uji coba bakal diterapkan permanen atau diberlakukan kebijakan lainnya.
Baca Juga: Simak Perubahan Arus Jalan di Ponorogo, Uji Coba One Way Dimulai Besok
Pun, selama periode tersebut dia berharap masyarakat bersabar dan sudi mengikuti kebijakan.
Apalagi, perubahan arus lalu lintas (lalin) tersebut serta merta demi menyiapkan kota Ponorogo menyambut peradaban lebih baik mendatang. ‘
’Ponorogo akan menjadi kota wisata, kota yang bagus, semakin ramai, dan berpotensi macet. Karenanya kami bersiap dengan program jalan satu arah ini, biar tidak macet,’’ tegasnya.
Baca Juga: Situs Watu Dukun, Sampung, Ponorogo: Kawah Candradimuka Raja Airlangga Usai Kerajaan Medang Runtuh
Kang Giri menilai pro kontra kebijakan satu arah tersebut biasa terjadi.
Apalagi, hal serupa juga terjadi saat pemberlakuan satu arah pada HOS Cokroaminoto, Jenderal Sudirman hingga Urip Sumoharjo setahun terakhir.
Butuh waktu pembiasaan, saat ini tiga ruas tersebut justru jadi penopang ekonomi.
Mulai pertumbuhan pedagang kaki lima, hingga hidupnya toko-toko dan tempat kongkow baru.
‘’Pelan-pelan nanti akan terbiasa, demi kemajuan Ponorogo,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid