PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Problematika uji coba pemberlakuan one way sejumlah ruas protokol menjadi bahan evaluasi.
Baru diterapkan delapan hari belakangan, masukan masyarakat ditampung. Terutama, keluhan pengguna jalan terkait dampak kepadatan hingga masalah kerawanan.
Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Jumianto Nugroho mengatakan, salah satu masukan masyarakat yakni pertemuan antara Jalan Sultan Agung (Sultag) dengan Jalan MH. Thamrin dan Jalan Menur.
Sebab posisi persimpangan tersebut sedikit miring sehingga menyulitkan pengendara yang hendak menyeberang.
‘’Karenanya kami pasang pembatas jalan atau barikade sementara di titik pertemuan itu,’’ kata Nugroho.
Nugroho menambahkan, kepadatan di Jalan Argopuro tak luput diurai. Salah satu jalur sirip dari Jalan HOS Cokroaminoto tersebut menjadi jalur alternatif.
Pengendara pilih potong kompas melewati Jalan Argopuro dari HOS Cokroaminoto menuju Sultag. Dampaknya, kepadatan lalin meningkat dan meresahkan warga setempat.
‘’Akhirnya bersama forum LLAJ (lalu lintas angkutan jalan) diputuskan dibuat satu arah untuk mobil dari timur ke barat,’’ tambahnya.
Evaluasi lainnya, lanjut Nugroho, dilakukan di seputaran Jalan Ahmad Dahlan (Ahlan), Sultag, dan HOS Cokroaminoto. Memastikan pemberlakuan uji coba lalin berjalan lancar.
Termasuk masalah rata-rata kecepatan pengguna jalan yang cenderung meningkat. ‘’Kami cek setiap hari, kalau pemasangan speed bump belum ada rencana ke sana,’’ pungkasnya (gen/kid)
Editor : Nur Wachid