Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sudah Antre Berdesakan Tak Kebagian Beras SPHP, Pedagang: Sebagian Disimpan untuk Pelanggan Besok

Aprilita Sari • Selasa, 13 Februari 2024 | 22:30 WIB

SUSAH: Pembeli beras SPHP di Pasar Sayur Magetan harus berebut hingga ditolak Selasa (13/2). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
SUSAH: Pembeli beras SPHP di Pasar Sayur Magetan harus berebut hingga ditolak Selasa (13/2). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tiba di Pasar Sayur Magetan, Selasa (13/2). Toko yang menerima distribusi beras SPHP di Pasar Sayur tersebut langsung diserbu emak-emak.

Pembeli terlihat antre dan berdesakan di tokoh tersebut. Namun sayangnya, tidak semua pembeli kebagian beras SPHP.

''Tidak semua toko yang disetori SPHP dari Bulog itu boleh dibeli. Alasannya beras tinggal 5-10, padahal baru dipasok. Jadi pembeli harus berebut,'' kata Winarsih, kuli panggul di Pasar Sayur Magetan.

''Setelah berebut dan antre akhirnya bisa beli beras SPHP ini,'' imbuhnya.

Tidak sedikit pembeli yang terpaksa ngaplo lantaran tidak kebagian beras SPHP. Marni, seorang pembeli menyebut bahwa beras SPHP Bulog hanya dijual di tiga toko. Itupun harus rela berdesakan dan antre panjang.  

''Toko lainnya yang dipasok katanya tidak boleh dibeli karena mau dijual ke pedagangnya lagi. Padahal saya beli untuk dimasak sendiri, tidak dijual lagi,'' beber Marni.

Samsul, pedagang yang mendapat distribusi beras SPHP mengungkapkan, tiap toko mendapat jatah 125 karung. Namun, jika seluruhnya dijual ke pembeli, dia khawatir pembeli yang datang besok harinya tidak kebagian.

''Pasca dipasok (beras SPHP, Red), saya jual tapi ada sebagian yang tidak saya jual saat ini untuk pembeli langganan besok,'' jelas Samsul.

Tidak heran pembeli rela berdesakan lantaran harga beras SPHP jauh lebih murah ketimbang jenis beras lainnya di Pasar Sayur Magetan.

Harga beras SPHP dari Bulog dengan kemasan lima kilogram dibanderol dengan harga Rp 55 ribu. Lebih murah ketimbang beras biasa Rp 15 ribu per kilogram, dan beras lokal kelasam lima kilogram yang tembus Rp 77 ribu. (ril/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#pasar sayur #pembeli #magetan #Beras sphp #bulog