Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pakar Politik Umpo Soroti Sirekap, Wanti-wanti Jangan Sampai Sirekap Salah Baca Unggahan Formulir C Hasil 

Sugeng Dwi N. • Selasa, 13 Februari 2024 | 16:30 WIB
Sirekap (CAPTURE)
Sirekap (CAPTURE)

Jawa Pos Radar Lawu - Penghitungan menggunakan alat bantu hitung Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (Sirekap) menjadi sorotan pengamat politik. Tak sekedar kendala masalah internet di Ponorogo, melainkan juga proses unggah data hingga masalah transkripsi pun diwanti-wanti.

Robby Darwis Nasution, pengamat politik Ponorogo menyatakan, keberadaan aplikasi Sirekap menjadi pembahasan hangat para praktisi.

Apalagi, aplikasi tersebut nantinya mentranskrip angka-angka hasil perhitungan formulir C hasil yang difoto dan diunggah di Sirekap.

‘’Perlu diawasi, jangan sampai ada masalah bahkan kecurangan, dan siapkan mesin otomatis ini untuk transkrip,’’ terangnya.

Secara khusus Robby memberikan atensi khusus pada proses konversi dari data formulir C yang diunggah menjadi angka secara otomatis.

Mengingat tulisan tangan masing-masing KPPS berbeda, bahkan ada jutaan jenis karakter tulisan tangan.

Dikhawatirkan, sistem Sirekap menangkap angka berbeda dari tulisan yang diunggah tersebut. ‘’KPU diharapkan memastikan proses mesin penerjemah itu bekerja maksimal tanpa kesalahan. Jangan sampai salah baca karena tulisan tangan setiap orang itu berbeda-beda.’’ bebernya.

Meski bukan hasil akhir, namun keberadaan Sirekap tersebut bakal menjadi acuan masyarakat memantau perolehan suara.

Hingga dia berharap, keberadaannya mampu menjadi rujukan, bukan menciptakan kegaduhan. ‘’Apalagi masalah sinyal juga,’’ tambah Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Ponorogo tersebut.

Pada sisi lain, Robby turut mewanti-wanti, KPU benar-benar membekali petugas KPPS. Sedetail mungkin hingga ukuran file yang diunggah.

Baca Juga: Ahli Spiritual Lereng Gunung Lawu Ki Tejo Wiso Wicoro Blak-blakan dapat Sinyal dari Langit tentang Pilpres 2024, Begini Katanya

Termasuk cara mengkonversi ukuran gambar bilamana diperlukan. Jangan sampai, foto ataupun hasil scan terlalu besar dan ditolak server.

‘’Pengalaman kami, dosen satu Indonesia pernah unggah file dua MB (megabyte) bersamaan dan hasilnya server down. Jangan sampai nanti juga terjadi dan kami berdoa ini sudah diantisipasi KPU,’’ tegasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Ponorogo Arwan Hamidi mengklaim pelatihan telah dilakukan bagi para KPPS Ponorogo.

Termasuk mereka yang bertugas menjadi admin Sirekap setiap TPS. Pun, dipastikan transparan, nantinya selain data perolehan suara hasil konversi scan formulir C hasil, masyarakat tetap dapat melihat hasil scan formulir C hasil tersebut dalam aplikasi Sirekap.

‘’Formulir C hasilnya masih bisa dicek dalam Sirekap, fisiknya masih bisa dicocokan nanti. Jadi kami KPU transparan dalam proses Pemilu ini,’’ jelasnya. (gen/kid)

Editor : Nur Wachid
#Sirekap #pemilu #umpo #ponorogo #formulir C hasil