Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fakta Sumur Bor Pintu, Dagangan, Kabupaten Madiun, Peninggalan Belanda Konon Berkhasiat Sembuhkan Penyakit, Warga Luar Daerah Berdatangan

Dian Rahayu • Jumat, 9 Februari 2024 | 15:45 WIB

 

PENINGGALAN BELANDA: Sumur Bor Pintu, Dagangan, Kabupaten Madiun konon dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit. (R. BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)
PENINGGALAN BELANDA: Sumur Bor Pintu, Dagangan, Kabupaten Madiun konon dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit. (R. BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Warga Desa/Kec. Dagangan, Kabupaten Madiun tentu tidak asing dengan Sumur Bor Pintu. Sumu bor peninggalan zaman Belanda itu viral usai penutupan saluran keran oleh pemdes setempat.

Radar Lawu merangkum fakta-fakta tentang Sumur Bor Pintu. Sumber mata air bersih tersebut terletak di Dusun Sawahan, Desa/Kecamatan Dagangan.

Sumur Bor Pintu, Dagangan merupakan peninggalan Belanda yang terkenal dengan airnya yang menyegarkan dan dipercaya berkhasiat.

Hal itu membuat sumur bor yang sudah berusia puluhan tahun itu ramai dikunjungi warga setempat bahkan luar daerah untuk diambil airnya.

Kepala Desa Dagangan, Rudi Panca Widadi mengatakan, sumur bor tersebut awalnya merupakan sumber air di zaman Belanda yang digunakan untuk mengairi kebun kapas di wilayah tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, Sumur Bor Pintu, Dagangan beralih fungsi untuk irigasi persawahan warga desa setempat.

‘’Selain itu banyak juga yang mandi, cuci, bahkan mengambil air untuk konsumsi di tempat itu. Waktu itu kondisinya masih jadul hanya ada sekat dan atapnya terbuka,’’ katanya kepada Radar Lawu.

Hingga pada 2015, lanjut Rudi ketika ada program pembangunan mandi cuci kakus (MCK) di desanya. Pemdes setempat memutuskan untuk merenovasi dan membangun fasilitas yang lebih layak di Sumur Bor Pintu, Dagangan.  

Termasuk keran yang digunakan untuk mengambil air bersih terpisah dengan MCK agar memudahkan warga dan tetap terjaga kebersihannya.

‘’Dulu masih gratis dan tantangannya yang jaga itu tidak ada anggaran upahnya, sampai pernah kami mintakan iuran sukarela ke RT setiap bulan Rp 15 ribu untuk operasional fasilitas sumur bor,’’ jelasnya.

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Jadi Favorit Pendaki Tektok dan Camping, Dipastikan Aman Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Hingga kemudian pengelola Sumur Bor Pintu, Dagangan yang dikelola Bumdes Sido Makmur memutuskan untuk menarik tarif per galon senilai Rp 500.

Pun, tarif naik beberapa tahun terakhir menjadi Rp 1.000 per galon untuk yang mengambil air kurang dari lima galon sekali ambil.

Serta Rp 1.500 untuk yang mengambil borongan lebih dari lima galon sekali ambil.

‘’Lama-lama ternyata banyak yang datang, bahkan ada yang dari Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Nganjuk serta luar daerah lain,” terangnya.

‘’Rata-rata yang jauh itu memang ingin mengambil air untuk pengobatan penyakit kulit, karena memang dimasyarakat dipercaya air sumber ini lebih segar dan menyehatkan serta berkhasiat,’’ tutup Rudi. (ryu/kid)

Editor : Nur Wachid
#Sembuhkan penyakit #Sumur Bor Pintu #kabupaten madiun #berkhasiat #fakta #dagangan