Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Di Magetan, Anak Stunting Diangkat Anak Asuh, Dilakukan Sujatno, Ketua DPRD Magetan: Ada 180 Anak Stunting di Satu Kecamatan Butuh Orang Tua Asuh

Nur Wachid • Jumat, 2 Februari 2024 | 21:15 WIB
DICARI: Masih ada 180 anak di satu kecamatan di Magetan yang butuh anak asuh seperti yang dilakukan Ketua DPRD Magetan Sujatno menangani stunting. (ILUSTRASI: JAWA POS)
DICARI: Masih ada 180 anak di satu kecamatan di Magetan yang butuh anak asuh seperti yang dilakukan Ketua DPRD Magetan Sujatno menangani stunting. (ILUSTRASI: JAWA POS)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah melakukan berbagai cara untuk menekan angka prevalensi stunting. Cara unik dilakukan Ketua DPRD Magetan Sujatno dalam rangka menekan prevalensi stunting, yakni dengan cara mengangkat anak stunting sebagai anak asuh.

Seperti diketahui, stunting menjadi persoalan serius dalam dunia kesehatan anak di tanah air. Merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, prevalensi stunting menurun dari tahun ke tahun. Prevalensi stunting 2021 di angka 17,2 persen, turun menjadi 14,9 persen pada 2022 lalu.

Prevalensi stunting tersebut diketahui mendasar pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Sementara mendasar data bulan timbang, prevalensi stunting di Magetan juga mengalami penurunan.

Pada Agustus 2022 di angka 10,08 persen turun menjadi 9,13 persen pada Agustus 2023 atau angka kasusnya 2.618 kasus stunting.

Meskipun angkanya cenderung menurun, namun kasus yang ada butuh percepatan dalam hal penanganan.

Dilansir Radar Lawu dari Radar Madiun, Sujatno mengunjungi anak stunting yang diangkat menjadi anak asuhnya di Desa Ngunut, Kecamatan Parang Rabu (31/1) lalu.

Sujatno ingin memastikan bahwa anak asuhnya yang berusia 18 bulan itu ditangani oleh puskesmas dan pemerintahd desa setempat dengan baik.

''Saya memastikan penanganan stunting pada anak asuh saya baik di bulan pertama tahun ini,’’ kata Sujatno. 

Setiap tiga bulan sekali, anak asuhnya tersebut mendapat evaluasi guna memonitor perkembangan tumbuh kembang.

 

Sujatno menambahkan, melalui cara itu percepatan penanganan stunting dapat lekas membuahkan hasil. Sehingga menurunkan angka prevalensi stunting di Magetan.

Karena itu, Sujatno berharap langkahnya tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen dan masyarakat Magetan agar terjun nyata langsung dalam menangani stunting.

Menurutnya, di satu kecamatan di Magetan masih ada sekitar 180 anak stunting.

''Mereka (anak stunting, Red) perlu orang tua asuh,'' pungkasnya. (kid)

Editor : Nur Wachid
#ketua dprd #magetan #Anak Asuh #stunting #Prevalensi #Sujatno