Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Masih Ada Sekolah Minim Murid Di Madiun, Dindikbud: Tetap Dipertahankan untuk Akses Pendidikan Daerah Terpencil

Dian Rahayu • Kamis, 1 Februari 2024 | 15:05 WIB
DIPERTAHANKAN: Kegiatan belajar mengajar di SMPN Satu Atap Gemarang, salah satu sekolah kategori tertinggal yang masih dipertahankan Pemkab Madiun. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
DIPERTAHANKAN: Kegiatan belajar mengajar di SMPN Satu Atap Gemarang, salah satu sekolah kategori tertinggal yang masih dipertahankan Pemkab Madiun. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Keberadaan SMPN Satu Atap Gemarang, Kecamatan Gemarang, Madiun memprihatinkan. 

Hidup segan mati tak mau, jumlah murid di sekolah plat merah itu tak lebih dari 25 siswa.

Bahkan dikhawatirkan terus menurun mendatang. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah mengatakan sepinya murid tersebut terjadi dalam penjaringan peserta didik baru beberapa tahun terakhir. 

Meski hanya 25 murid namun SMPN satu atap itu tetap dipertahankan Pemkab Madiun.

Tujuannya, yakni mengakomodir murid di pelosok Madiun itu.   

"Setiap anak punya hak untuk mendapatkan pendidikan. Jadi dia harus sekolah. Tanggung jawab pemerintah memberikan akses pendidikan, termasuk di daerah-daerah terpencil," kata Siti.

Jika sekolah yang dibangun 2007 itu ditutup, Siti khawatir anak-anak tidak lagi bisa mengakses pendidikan.

Bahkan memilih tidak bersekolah. 

Apalagi disana, masuk kategori wilayah perbukitan hingga sulit dijangkau kendaraan.

"Sebetulnya di tiap Kecamatan ada, khususnya kecamatan yang berada pada lokasi-lokasi yang sulit, seperti Kecamatan Gemarang, Kare dan Dagangan," ujar Siti.

Siti tidak menampik, berdirinya sekolah di daerah terpencil itu, tidak dibarengi oleh fasilitas yang memadai.

Mulai gedung sekolah yang rusak sana-sini, hingga kekurangan tenaga pendidik. 

"Untuk tenaga SDM kami akan terus mengupayakan, karena sekarang ini Pemkab Madiun sedang menata guru," tuturnya.

Siti berencana, kebutuhan guru di SMPN Satu Atap Gemarang itu akan dipenuhi tahun ini. 

Salah satunya, lewat rekrutmen pegawai pemerintah perjanjian kerja (PPPK). 

Selain tenaga PPG lulusan kampus di seputaran Madiun. 

"PPG itu dari mahasiswa fresh graduate, mereka diberikan kesempatan untuk ikut seleksi dari Kemendikbud Ristek, untuk ikut membantu magang di sekolah-sekolah kita," tandasnya. (ryu/gen)

Editor : Sugeng Dwi Nurcahyo
#sekolah #Madiun #murid #SMPN Satu atap #minim #Terpencil