MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Seorang anak kecil yang menjadi korban bencana longsor di kawasan Telaga Sarangan dinyatakan meninggal dunia.
Korban tersebut adalah Mohammad Daffa, 7 tahun, warga Kelurahan Plaosan.
Almarhum dinyatakan meninggal di RSUD dr Sayidiman Magetan pukul 02.00 Sabtu (6/1) dini hari.
"Setelah dievakuasi dari lokasi longsor korban dilarikan ke Puskesmas. Namun korban tidak segera sadarkan diri, lalu segera dirujuk ke Rumah Sakit," kata Kapolsek Plaosan Joko Yuhono.
Almarhum Daffa menjadi korban bencana longsor bersama dua kerabatnya. Yakni Titik Sulasmi dan Marsi.
Daffa dinilai mengalami luka parah dibagian kepala yang membuatnya tidak sadarkan diri kemudian meninggal dunia.
Kejadian bermula, saat hujan deras turun pada Jumat (5/1) pukul 18.00 Almarhum bersama dua korban lainnya sedang melintasi kawasan Sarangan tepatnya di depan Lembah Doa Yolena atau Utara Pintu masuk tiket Telaga Sarangan.
Ketiga korban itu bergoncengan menggunakan sepeda motor dari arah Selatan ke Utara.
Tiba- tiba tebing milik Perhutani longsor dan menimpa tiga korban tersebut.
"Korban anak mengalami luka dibagian kepala. Setelah dirujuk di Rumah Sakit dr Sayidiman Magetan korban tidak bisa diselamatkan," tambahnya.
Sabtu dini hari korban dinyatakan meninggal, dan segera dimakamkan. Masyarakat pun bertakziah ke rumah duka.
Saat ini telah memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi, masyarakat perlu berhati-hati saat berkendara karena didaerah pegunungan rawan bencana hidrometeorologi seperti longsor dan pohon tumbang.
"Kami turut berduka cita semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," pungkasnya. (ril/naz)