MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Puluhan warga Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Magetan, menggeruduk kantor desa setempat pada Senin (11/12) pagi.
Di depan kantor desa, warga berorasi menyampaikan tudingan bahwa ada kecurangan dalam proses seleksi perangkat desa setempat.
Dengan membawa spanduk protes, warga menuntut panitia menjelaskan proses pengisian perangkat Desa Truneng yang digelar Rabu (6/12) lalu.
''Kami menduga ada kejanggalan dari hasil tes perangkat desa,'' ungkap Angga Gunarto, koordinator aksi protes ini.
Adapun dalam pengisian perangkat desa kali ini, ada 16 orang yang jadi peserta.
Terdiri dari tujuh peserta yang mendaftar posisi kasi pemerintahan dan sembilan peserta untuk posisi kaur perencanaan.
Dalam proses seleksi ini, pihak panitia menggunakan jasa pihak ketiga, yakni Mitra Lawu, untuk menggelar computer assisted test atau CAT.
"Hasil seleksi peserta beberapa mencolok, dan selisihnya sangat jauh dengan peserta lain,'' sebutnya.
Sebagai contoh, ada dua peserta seleksi yang merupakan anak kepala desa dan seorang lainnya yang merupakan anak dari perangkat desa.
Keduanya mendapat skor 95,99 dan 95,33. "Padahal peserta lain hanya mendapat skor sekitar 40-an," kata Angga.
Menanggapi tudingan warganya, Kepala Desa Truneng Sukirman mengatakan, pihaknya telah menerima seluruh aduan masyarakat.
Dia juga mempertimbangkan desakan masyarakat yang ingin ujian diulang lantaran tidak puas dengan hasil seleksi.
"Kami telah menerima seluruh aduan, dan akan kami bahas lebih lanjut," kata Sukirman. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani