Jawa Pos Radar Lawu - Pencarian remaja yang dilaporkan hilang di sekitar Jembatan Ngujur, Kabupaten Magetan, akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Kamis (23/4) sore.
Korban diketahui merupakan seorang pelajar berusia 18 tahun, warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran.
Sebelumnya, ia dilaporkan hilang sejak Selasa (21/4) dan diduga menceburkan diri ke aliran Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Ngujur.
Ditemukan di Bawah Jembatan, Sempat Hanyut
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Toni Widodo, menjelaskan bahwa jenazah korban awalnya ditemukan di bawah jembatan.
Namun, arus sungai sempat membuat jenazah hanyut sehingga menyulitkan proses evakuasi.
“Jenazah ditemukan di bawah jembatan, lalu sempat hanyut. Petugas langsung melakukan upaya evakuasi,” ujarnya.
Kondisi sungai yang dangkal di beberapa titik menjadi kendala tersendiri.
Perahu karet tidak dapat digunakan secara maksimal untuk manuver pencarian.
“Perahu karet tidak bisa maksimal karena kondisi dangkal. Namun di titik tertentu, kedalaman sungai mencapai sekitar delapan meter, sehingga membutuhkan teknik khusus saat evakuasi,” tambahnya.
Meski menghadapi kendala, tim SAR berhasil mengevakuasi korban dengan cepat.
Proses pengangkatan jenazah ke darat hanya memakan waktu sekitar lima menit.
Baca Juga: Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi 2026, DPR Nilai Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi Nasional
Pencarian Dilakukan Sejak Pagi
Proses pencarian dimulai sejak pukul 10.00 WIB, sempat dihentikan sementara pada pukul 12.00 WIB, dan dilanjutkan kembali pukul 13.00 WIB.
Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.10 WIB, tidak jauh dari lokasi awal dugaan jatuh.
Kapolsek Nguntoronadi, AKP Mahfud Sidiq, membenarkan penemuan tersebut.
Ia menyebut pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan sejak pagi hari.
“Alhamdulillah korban ditemukan sore hari,” ujarnya singkat.
Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Identitas dan Penyebab Kematian Masih Didalami
Ciri-ciri jenazah yang ditemukan sesuai dengan laporan orang hilang yang diterima sebelumnya.
Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim INAFIS Polres Magetan untuk memastikan identitas secara resmi.
Selain itu, penyebab pasti kematian juga masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Penyebab kematian masih didalami. Dugaan sementara korban menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo,” jelas pihak kepolisian.
Dugaan Tekanan Pribadi Muncul di Masyarakat
Di sisi lain, beredar informasi di masyarakat bahwa korban diduga mengalami tekanan pribadi sebelum kejadian.
Sejumlah warga menyebut korban sempat tidak pulang ke rumah sejak dua hari sebelum ditemukan.
Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk kesehatan mental dan aktivitas generasi muda.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya