Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

The Real Suami Takut Istri! Pria Magetan Bikin Laporan Palsu ke Polsek, Ini Biang Kerok Aksi Nekatnya

Aprilita Sari • Selasa, 13 Januari 2026 | 09:56 WIB

Ilustrasi suami takut istri.
Ilustrasi suami takut istri.

Jawa Pos Radar Lawu – Istilah "Suami Takut Istri" ternyata bisa berujung fatal jika disikapi dengan cara yang salah.

Seperti yang dilakukan oleh Asep Suryana (26), warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

Pria muda ini nekat membuat skenario bohong alias "nge-prank" aparat kepolisian Sektor (Polsek) Maospati.

Ia melaporkan sepeda motornya hilang dicuri, padahal faktanya motor tersebut ia jual sendiri.

Alasannya bikin geleng-geleng kepala.

Ia takut dimarahi sang istri karena uang gaji dan hasil jual motor ludes dipakai untuk top up aplikasi trading online.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Meroket Rp 65 Ribu per Gram, Pemilik Logam Mulia Bisa Untung Rp 7 Jutaan

Kronologi Drama Motor Hilang

Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih, mengungkapkan drama ini bermula saat Asep melapor ke polisi pada Rabu (10/12) lalu.

Dengan wajah memelas, Asep mengaku kehilangan motor Honda Beat nopol AE-4007-RK di pinggir jalan depan toilet umum Pertigaan Totok, Maospati.

Dalam skenarionya, ia mengaku meninggalkan motor dengan kunci menancap saat buang air kecil.

Ia juga mengaku kehilangan tas berisi uang tunai Rp 6 juta dan dokumen penting, dengan total kerugian diklaim mencapai Rp 22 juta.

Baca Juga: SUV Jadul Ini Jadi Incaran Kolektor, Harganya Bikin Geleng-Geleng, Dilengkapi Mesin Gagah! 

Polisi Curiga, CCTV Bicara

Namun, pepatah "sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga" berlaku bagi Asep. Unit Reskrim Polsek Maospati menemukan banyak kejanggalan dalam laporannya.

"Petugas melakukan pengecekan rekaman CCTV di Indomaret yang disebut pelapor sebagai lokasi pengambilan uang di ATM Mandiri. Hasilnya zonk, pelapor tidak melakukan transaksi penarikan uang seperti yang diklaim," ujar AKP Vista.

Kebohongan makin terkuak saat polisi menemukan tas hitam milik pelapor di belakang toilet umum.

Ternyata, tas itu sengaja dibuang sendiri oleh Asep untuk mendramatisir keadaan.

Baca Juga: Heboh Link Parera 11 Menit Viral di TikTok! Video Call Diduga dengan Orang Malaysia, Awas Jebakan Phishing

Pengakuan: Uang Ludes Buat Trading

Setelah didesak dengan bukti-bukti tersebut, pertahanan Asep runtuh. Ia akhirnya mengakui semua itu hanyalah rekayasa.

Fakta sebenarnya:

1. Motor Dijual Murah

Honda Beat miliknya tidak dicuri, melainkan dijual sendiri seharga Rp 4 juta.

2. Kecanduan Trading

Uang hasil jual motor dan gaji bulanannya habis tak bersisa untuk top up saldo trading.

3. Takut Istri

Ide laporan palsu muncul karena ia panik dan takut diamuk istri jika tahu uang belanja dan motor keluarga lenyap.

Baca Juga: Jatim Panen Wisatawan! Tembus 19,8 Juta Perjalanan selama Nataru, Sarangan Masuk Top List Favorit

Berujung Surat Pernyataan

Atas ulahnya yang bikin repot petugas, Asep menyatakan penyesalan mendalam. Polisi kali ini masih berbaik hati dengan memberikan pembinaan dan tidak langsung memenjarakannya.

Asep diminta membuat surat pernyataan bermaterai, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Apabila di kemudian hari mengulangi, pelapor bersedia diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas Kapolsek.

Polisi mengimbau warga Magetan untuk tidak main-main dengan hukum. Membuat laporan palsu (Pasal 220 KUHP) bisa diancam pidana penjara karena menghambat kinerja aparat. (ril/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pencurian motor #magetan #motor hilang #polsek maospati #Bendo #takut istri #viral #cctv #uang habis #laporan palsu