Jawa Pos Radar Lawu – Media sosial TikTok tengah diramaikan oleh video viral yang memperlihatkan kericuhan di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Peristiwa memilukan itu terjadi di SMPN 12 Krui, ketika seorang siswa kelas VII berinisial JS (13) tewas setelah ditusuk oleh teman sekelasnya sendiri menggunakan gunting saat jam istirahat.
Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku berinisial SR (13) menusuk korban karena diduga tak kuat lagi menahan perlakuan bullying yang kerap diterimanya.
Insiden terjadi di dalam ruang kelas pada Senin (29/9), sekitar pukul 09.30 WIB.
Setelah tusukan mengenai bagian tubuh vital, korban langsung jatuh bersimbah darah dan sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa JS tak dapat diselamatkan dalam perjalanan.
Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan awal, pelaku mengaku kesal karena sering diejek dan diperlakukan tidak menyenangkan oleh korban.
“Pelaku spontan menusukkan gunting yang dibawanya ke arah korban. Saat ini SR sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Video detik-detik pascakejadian tersebar cepat di TikTok, memicu keprihatinan warganet.
Banyak pengguna media sosial menyoroti lemahnya pengawasan sekolah terhadap praktik bullying yang sudah lama menjadi masalah serius di dunia pendidikan Indonesia.
Pihak sekolah hingga kini masih bungkam dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
Sementara itu, keluarga korban menuntut pertanggungjawaban dan berharap tragedi serupa tidak terulang kembali.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan orang tua, guru, dan pihak sekolah terhadap perilaku siswa.
Selain itu, edukasi tentang bahaya bullying dan penyelesaian konflik secara sehat mendesak untuk segera ditingkatkan di lingkungan pendidikan. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid