Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ponpes Al Khoziny Ambruk, Satu Santri Tewas dan Puluhan Luka-Luka Tertimbun Reruntuhan Bangunan

Nur Wachid • Selasa, 30 September 2025 | 21:24 WIB

kesedihan menyelimuti pondok pesantren Al Khoziny di karenakan mushola yang digunakan ambruk dan para santri jadi korban
kesedihan menyelimuti pondok pesantren Al Khoziny di karenakan mushola yang digunakan ambruk dan para santri jadi korban

Jawa Pos Radar Lawu – Musala di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat ratusan santri melaksanakan salat Ashar berjamaah pada Senin (29/9/2025) sore. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang santri dan melukai puluhan lainnya.

Insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, santri tengah menunaikan salat Ashar di lantai bawah musala yang diketahui masih dalam tahap pembangunan.

Menurut keterangan pengasuh pondok, KH Abdul Salam Mujib, bangunan tersebut sudah berdiri sekitar 9–10 bulan dan sedang dalam proses pengecoran lantai atas.

“Lantai bawah sudah difungsikan untuk musala sementara. Lantai atas rencananya akan digunakan untuk hall kegiatan santri, tapi masih dalam tahap pengerjaan,” jelas KH Abdul Salam.

Beberapa saksi mata menyebut sebelum roboh terdengar suara retakan dari lantai atas, kemudian secara tiba-tiba bagian bangunan runtuh menimpa jamaah di bawahnya.

Data kepolisian menyebut total 84 santri menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan. Seorang santri bernama Alfian Ibrahim, asal Bangkalan, Madura, dinyatakan meninggal dunia.

Sementara puluhan santri lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.

Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan dibantu warga setempat. Dua unit ekskavator dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban yang sempat terjebak di bawah reruntuhan.

“Tadi masih terdengar suara minta tolong dari dalam reruntuhan, makanya evakuasi dilakukan secepat mungkin,” kata seorang ketua RT setempat.

Hingga kini penyebab pasti ambruknya bangunan belum diputuskan. Namun, sejumlah pihak menduga struktur bangunan tidak mampu menopang beban tambahan setelah proses pengecoran lantai atas.

Kepala Basarnas Surabaya menyatakan fondasi bangunan kemungkinan besar tidak cukup kuat. Sementara itu, Bupati Sidoarjo juga menyoroti persoalan teknis dan izin bangunan.

“Informasi awal, bangunan ini belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dan konstruksinya diduga tidak sesuai standar teknis,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung turun tangan.

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak meninjau lokasi dan memastikan kebutuhan darurat korban, mulai dari oksigen portable, makanan, minuman, hingga dapur umum.

Sementara pihak pondok memutuskan menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar hingga situasi benar-benar aman.

Investigasi lebih lanjut rencananya akan melibatkan tim ahli konstruksi untuk mengetahui penyebab teknis runtuhnya bangunan.

Tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan pesantren di Jawa Timur.

Selain menelan korban jiwa, insiden tersebut juga membuka kembali sorotan publik terhadap pentingnya standar keamanan dan pengawasan dalam pembangunan fasilitas pendidikan. (hamid-mg-uinpo/kid)

BERSEMANGAT: Para pemateri dan peserta berfoto bersama.
BERSEMANGAT: Para pemateri dan peserta berfoto bersama.
Editor : Nur Wachid
#sidoarjo #bangunan ambruk #mushola #Ponpes Al Khoziny #santri