PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Identitas perempuan yang ditemukan tewas mengenaskan di kawasan hutan wisata Goa Lawa, Kecamatan Sampung, Ponorogo, akhirnya terungkap.
Korban adalah Alip Rahayu Arianti (29), warga Desa Panjing, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan.
Penemuan jasad korban pada Selasa (12/8) pagi itu sempat menggegerkan warga sekitar.
Tubuh Alip ditemukan tergeletak di kebun milik warga dengan kondisi nyaris tanpa busana, hanya mengenakan pakaian dalam.
Sejumlah luka terlihat di tubuhnya, termasuk lebam di bagian kepala dan wajah.
Kronologi Penemuan
Samin, pemilik lahan yang pertama kali menemukan korban, mengaku tidak melihat tanda-tanda keberadaan jasad pada Senin (11/8/2025) siang.
Menurutnya, jasad tersebut kemungkinan baru ada pada Selasa dini hari. "Kemarin saya ke kebun, tidak ada apa-apa. Pagi ini sudah ada jasadnya," ujarnya.
Posisi jasad berada di area kebun dekat semak belukar dan dipagari garis polisi. Temuan itu langsung dilaporkan warga ke aparat.
Tak lama, polisi datang melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Penyelidikan dan Otopsi
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian korban.
“Kami sudah membawa jasad korban ke RSUD dr. Harjono untuk menjalani otopsi. Saat ini kami masih menunggu hasil forensik,” jelasnya.
Meski begitu, dari pemeriksaan awal tim medis, ditemukan adanya luka lebam pada tubuh korban.
“Hasil awal menunjukkan ada tanda kekerasan. Namun detail penyebab kematian masih menunggu hasil lengkap forensik,” imbuh Imam.
Polisi juga memastikan korban bukan warga sekitar Sampung. Dugaan sementara, korban dibawa ke lokasi kejadian sebelum ditemukan meninggal dunia.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa saksi-saksi dan menelusuri jejak pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat lokasi kejadian berada di area wisata yang biasanya ramai dikunjungi.
Aparat mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait korban atau kejadian untuk segera melapor ke kepolisian. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid