Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Biadab! Israel Serang Pesawat Pengangkut Jemaah Haji di Yaman, Ratusan Calon Haji Gagal Berangkat

Indi Wardani • Minggu, 1 Juni 2025 | 03:31 WIB
Proses evakuasi penumpang calon jamaah haji Yaman yang diserang zionis
Proses evakuasi penumpang calon jamaah haji Yaman yang diserang zionis

Jawa Pos Radar Lawu – Dunia internasional dikejutkan oleh aksi brutal Israel yang menyerang Bandara Internasional Sana’a di Yaman pada Rabu (28/5/2025) dini hari. Serangan udara itu secara langsung menghantam satu-satunya pesawat milik Yemenia Airways yang dijadwalkan membawa jemaah haji ke Tanah Suci, Mekkah.

Akibatnya, ratusan calon jemaah haji dari Yaman terpaksa gagal berangkat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Serangan ini disebut sebagai balasan atas dugaan peluncuran dua proyektil oleh kelompok Houthi ke wilayah Israel, yang sebelumnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.

Namun, aksi militer Israel tersebut menuai kecaman luas karena target yang dihantam bukan fasilitas militer, melainkan pesawat komersial yang diperuntukkan bagi keberangkatan jemaah haji.

Detail Serangan yang Mengguncang

Menurut laporan dari media milik kelompok Houthi, Al Masirah, setidaknya empat rudal diluncurkan ke arah bandara.

Serangan itu tidak hanya merusak fasilitas bandara tetapi juga menghancurkan pesawat Airbus milik Yemenia Airways yang telah siap diberangkatkan untuk mengangkut para calon haji.

Saluran televisi Channel 12 Israel menyebutkan bahwa serangan ini melibatkan lebih dari sepuluh jet tempur F-16 dan F-35 yang dilepas dari pangkalan udara di Israel selatan.

Operasi tersebut dilaporkan berlangsung kurang dari 30 menit, namun dampaknya sangat besar—bukan hanya secara fisik, tapi juga psikologis dan spiritual bagi masyarakat Yaman.

Pernyataan yang Saling Bertolak Belakang

Pemerintah Israel mengklaim bahwa pesawat tersebut digunakan oleh kelompok Houthi untuk memindahkan militan dan perlengkapan militer ke dalam wilayah Arab Saudi, dan bukan untuk keperluan ibadah haji.

Namun tudingan itu langsung dibantah keras oleh pihak Yemenia Airways dan Kementerian Agama Yaman.

Mereka menegaskan bahwa pesawat tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi pengangkutan jemaah haji resmi yang telah mengantongi visa dan izin resmi dari otoritas Saudi.

“Ini adalah serangan yang tidak berperikemanusiaan. Pesawat itu membawa harapan dan doa, bukan senjata,” ujar salah satu pejabat Yemenia Airways yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi Jemaah dan Reaksi Keluarga

Baca Juga: Kulit Cerah hingga Gelap, Ini Warna Hijab yang Bikin Kamu Makin Cantik!

Ratusan calon jemaah yang sudah berkumpul di sekitar bandara sejak malam sebelumnya akhirnya dipulangkan.

Banyak di antara mereka yang menangis histeris, tidak percaya bahwa harapan untuk menunaikan rukun Islam kelima pupus akibat serangan yang disebut-sebut “biadab” dan “tanpa alasan yang bisa dibenarkan.”

“Saya sudah menabung lebih dari 10 tahun untuk haji ini. Kenapa Israel menyerang kami? Apa dosa kami?” kata Abdullah Al-Hamdani, seorang jemaah lansia yang datang dari Provinsi Dhamar.

Video amatir yang tersebar di media sosial memperlihatkan kepanikan dan kesedihan mendalam dari para jemaah yang masih mengenakan pakaian ihram.

Kecaman Internasional

Beberapa negara Islam, termasuk Iran, Turki, dan Indonesia, mengecam keras tindakan Israel yang dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga menggelar pertemuan darurat untuk membahas insiden ini dan kemungkinan langkah diplomatik terhadap Israel.

“Menyerang pesawat yang membawa jemaah haji adalah bentuk kejahatan perang dan kekejaman yang tidak bisa ditoleransi. Dunia tidak boleh diam,” kata juru bicara OKI dalam pernyataan resmi.

Ketegangan Semakin Memuncak

Serangan ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Para analis militer menilai bahwa langkah Israel ini bisa memperluas cakupan perang yang sebelumnya terfokus di Gaza dan Lebanon, kini merambah ke Semenanjung Arab.

Catatan Akhir:

Serangan terhadap pesawat sipil yang mengangkut jemaah haji tidak hanya merupakan pelanggaran hukum perang, tapi juga menodai kesucian ibadah umat Muslim di seluruh dunia.

Dunia internasional dituntut untuk tidak tinggal diam atas tindakan yang dinilai biadab ini. (*)

Editor : Riana M.
#haji #yaman #bandara #pesawat #zionis israel