Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tragedi Longsor Gunung Kuda Cirebon: Abaikan Peringatan Berkali-kali, Kini Ditetapkan Darurat Bencana 14 Tewas 8 Hilang

Oktaviani Sindy • Sabtu, 31 Mei 2025 | 19:33 WIB
Sudah diperingatkan berkali-kali, tapi diabaikan, longsor tambang Gunung Kuda Cirebon menelan 14 nyawa dan 8 masih hilang, status darurat bencana pun resmi ditetapkan.
Sudah diperingatkan berkali-kali, tapi diabaikan, longsor tambang Gunung Kuda Cirebon menelan 14 nyawa dan 8 masih hilang, status darurat bencana pun resmi ditetapkan.

Jawa Pos Radar Lawu - Longsor maut mengguncang Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Tragedi memilukan ini terjadi Jumat pagi, (30/5/2025), pukul 09.30 WIB, saat aktivitas tambang Galian C masih berjalan.

Sebanyak 14 orang ditemukan tewas, 4 mengalami luka ringan, dan 8 lainnya masih dinyatakan hilang tertimbun material longsoran.

Kini, pemerintah provinsi Jawa Barat resmi menetapkan status darurat bencana untuk wilayah ini.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengonfirmasi bahwa keputusan ini telah dikonsultasikan langsung dengan BNPB.

“Kita tidak ingin ada korban tambahan. Keselamatan tim evakuasi adalah prioritas. Hari ini, area akan kami asesmen ulang sebelum proses pencarian dilanjutkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkali-kali memperingatkan keras pengelola tambang Galian C di Gunung Kuda.

Bahkan, sebelum longsor terjadi, tambang sudah diberi garis polisi sebagai bentuk penegakan aturan. Namun, peringatan-peringatan yang di lontarkan itu diabaikan begitu saja.

“Metode penambangan mereka jelas salah. Harusnya dilakukan dari atas ke bawah secara terasering. Tapi mereka menggali dari bawah—itu sangat berbahaya,” jelas Bambang dengan nada geram.

Perlu diketahui, peringatan ini bahkan sudah dilayangkan sejak Februari 2025, namun tak digubris.

Kini, aktivitas tambang dihentikan total, dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akan segera mengeluarkan SK penghentian permanen.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Matic Spesialis Tanjakan Jalan Gunung, Nanjak tanpa Nyeret!

Sedangkan tiga yayasan tambang dan satu lembaga eksplorasi resmi diberhentikan sementara.

Selanjutnya, proses pencarian dihentikan sementara malam tadi karena risiko longsor susulan. Dandim ditunjuk sebagai Incident Commander, didampingi penuh oleh Basarnas.

“Kami belajar dari tragedi Sumedang tahun lalu. Saat itu korban justru bertambah karena longsor kedua akibat asesmen yang tak akurat. Sekarang kami lebih hati-hati,” tegas Herman.

Selain fokus pada pencarian korban hilang, Pemprov Jabar juga telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban meninggal dan logistik darurat untuk mereka yang kehilangan mata pencaharian.

Adapun adanya dapur umum juga didirikan untuk mendukung tim SAR di lokasi.

Longsor Gunung Kuda menjadi tamparan keras bagi semua pihak.

Tragedi ini menyisakan pelajaran pahit, bahwa mengabaikan keselamatan kerja bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga pembiaran terhadap kematian. (okta)

Editor : Riana M.
#cirebon #korban meninggal #longsor #galian c #aktivitas tambang