Jawa Pos Radar Lawu - Aksi tak pantas sekelompok emak-emak berjoget TikTok di salah satu kuil suci di Thailand viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan beberapa wanita diduga wisatawan asal Indonesia melakukan joget di area Wat Paknam Phasi Charoen, sebuah kuil Buddha yang sangat dihormati dan dijadikan pusat ziarah spiritual di Bangkok.
Aksi mereka langsung menuai gelombang kecaman, baik dari warga Thailand maupun warganet Indonesia, yang merasa tindakan tersebut tidak hanya tidak menghormati budaya setempat, tapi juga mencoreng nama baik bangsa.
Apa yang Terjadi?
Baca Juga: Berapa Kali Sehari Harus Cuci Muka Saat Wajah Berjerawat? Ini Jawaban Dokter Kulit
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak sekelompok wanita mengenakan pakaian kasual berdiri di depan patung Buddha raksasa berwarna emas.
Mereka melakukan joget dengan musik dari TikTok sambil tertawa-tawa dan terlihat santai, seolah berada di lokasi wisata biasa.
Padahal, Wat Paknam Phasi Charoen bukan sembarang tempat. Kuil ini merupakan tempat ibadah umat Buddha yang sangat dijaga kesuciannya.
Aksi tersebut sontak dianggap melecehkan nilai-nilai religius dan budaya Thailand.
Netizen Thailand Meradang, Warganet Indonesia Geram
Setelah video tersebut tersebar, warganet Thailand meluapkan amarah mereka.
Banyak yang menyebut tindakan emak-emak itu sebagai bentuk penghinaan terhadap tempat suci, dan mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas.
Beberapa komentar di media sosial menyebutkan:
• “Kenapa mereka menganggap kuil ini seperti taman hiburan?”
• “Ini bukan tempat untuk berjoget, ini tempat ibadah. Tidak sopan!”
Sementara itu, netizen Indonesia justru tak kalah murka.
Banyak yang menyayangkan perilaku emak-emak tersebut karena berisiko memperburuk citra wisatawan Indonesia di luar negeri.
Komentar dari warganet Indonesia:
• “Yang begini bikin malu nama negara.”
• “Tolong paham etika saat liburan. Hormati budaya negara orang.”
Wat Paknam Phasi Charoen: Tempat Suci yang Tidak Bisa Disamakan dengan Objek Wisata Biasa
Wat Paknam dikenal karena memiliki patung Buddha emas setinggi 69 meter, salah satu yang terbesar di dunia.
Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi ibadah, tetapi juga pusat pengajaran agama Buddha di Thailand.
Sebagian besar wisatawan asing yang datang ke tempat ini biasanya menjaga ketenangan, mengenakan pakaian sopan, dan mengikuti aturan lokal.
Karenanya, aksi joget TikTok yang dilakukan emak-emak ini dianggap sangat tidak etis dan ofensif.
Kurangnya Edukasi Wisata dan Etika di Tempat Ibadah
Kasus ini memperlihatkan betapa pentingnya edukasi etika berwisata, khususnya saat berkunjung ke luar negeri.
Banyak wisatawan, terutama yang tidak memahami nilai budaya dan agama setempat, sering kali bertindak sembarangan demi konten media sosial.
Sayangnya, sebagian besar aksi ini bertujuan mencari sensasi atau eksistensi di TikTok, tanpa memikirkan dampak sosial dan budaya.
Padahal, di banyak negara seperti Thailand, tempat ibadah bukan hanya lokasi religius, tetapi juga simbol identitas nasional.
Apa Implikasinya Bagi Wisatawan Indonesia?
Baca Juga: Park Bo Gum Gelar Fan Meeting di ICE BSD 31 Agustus 2025, Kembali Temui Penggemar Indonesia
Perilaku tidak pantas dari segelintir turis bisa berdampak buruk bagi citra keseluruhan.
Tak jarang, kasus-kasus seperti ini membuat negara lain mewaspadai atau membatasi wisatawan dari negara tertentu karena dianggap tidak menghargai budaya lokal.
Thailand, sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Budha, kemungkinan akan meningkatkan pengawasan terhadap pengunjung asing di situs keagamaan mereka.
Belum Ada Permintaan Maaf, Tapi Netizen Minta Klarifikasi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi atau permintaan maaf dari pihak emak-emak yang viral tersebut.
Netizen pun berharap ada bentuk tanggung jawab atau pernyataan resmi agar masalah ini tidak semakin membesar dan menjadi preseden buruk bagi wisatawan lainnya.
Peristiwa emak-emak joget TikTok di kuil suci Thailand menjadi pengingat serius bahwa berkonten tidak boleh mengabaikan etika dan sopan santun, terlebih saat berada di tempat yang sakral dan dihormati masyarakat lokal.
Liburan bukan alasan untuk bertindak sembarangan.
Menghargai tempat yang kita kunjungi adalah bentuk kesadaran sebagai wisatawan cerdas dan berbudaya.
Ingat! Tempat ibadah bukan latar untuk viral di TikTok. Jika ingin dikenal sebagai wisatawan yang baik, hormati adat, budaya, dan norma di mana pun kita berada. (*)
Editor : Riana M.