Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Nihil Alkohol dan Narkoba, Lalu Apa Penyebab Christiano Tabrak Argo hingga Tewas?

Indi Wardani • Kamis, 29 Mei 2025 | 02:35 WIB
Mobil BMW penabrak mahasiswa UGM
Mobil BMW penabrak mahasiswa UGM

Jawa Pos Radar Lawu — Tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), masih meninggalkan banyak tanya.

Salah satunya: apa sebenarnya penyebab kecelakaan maut tersebut jika sang pengemudi, Christiano Tarigan, terbukti tidak dalam pengaruh alkohol maupun narkoba?

Setelah dilakukan pemeriksaan urine oleh tim medis RSUD Sleman, hasilnya mengejutkan sebagian publik: Christiano dinyatakan negatif alkohol dan narkoba.

Ini tentu mematahkan dugaan awal sebagian netizen yang mengaitkan kecelakaan fatal itu dengan dugaan pengaruh zat berbahaya.

Namun, dengan hasil tes yang bersih, muncul pertanyaan baru apa faktor utama di balik kecelakaan tersebut? 

Detik-detik Kecelakaan Maut di Palagan

Insiden tragis itu terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025, di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Argo, mahasiswa tingkat akhir FH UGM, saat itu sedang berkendara dengan sepeda motor Honda Vario dan hendak berputar balik di simpang tiga Dusun Sedan.

Dari arah belakang, sebuah mobil BMW 320i bernomor polisi B 1442 NAC melaju dalam kecepatan tinggi.

Tanpa sempat mengerem, mobil yang dikemudikan oleh Christiano Tarigan, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, langsung menabrak motor Argo.

Argo terpental beberapa meter dan tewas seketika di lokasi. Mobil BMW yang oleng kemudian menabrak Honda CRV yang sedang parkir di tepi jalan.

Menurut hasil olah TKP, tidak ditemukan bekas rem sebelum titik tabrakan, yang menguatkan dugaan bahwa tidak ada upaya menghindar dari pengemudi mobil.

Negatif Alkohol dan Narkoba: Lalu Mengapa Tetap Tabrak?

Banyak pihak terkejut saat kepolisian menyampaikan hasil tes urine Christiano. Menurut AKP Mulyanto, Kasat Lantas Polresta Sleman, hasil tes yang dilakukan di RSUD Sleman menunjukkan Christiano negatif alkohol dan narkoba.

“Dari hasil cek urine pengemudi BMW, hasilnya negatif baik alkohol maupun narkoba,” ujar Mulyanto kepada media, Minggu (25/5/2025).

Hal ini membuat publik bertanya-tanya: jika bukan karena pengaruh zat memabukkan, apakah Christiano mengemudi dalam kondisi lelah, mengantuk, atau tidak fokus?

Dugaan sementara dari pihak kepolisian menyebut “kurangnya konsentrasi” sebagai faktor utama penyebab kecelakaan.

Status Tersangka, Tapi Belum Ditahan

Meskipun hasil tes urine bersih, penyelidikan tetap berjalan. Setelah dilakukan gelar perkara, Christiano resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Ia dijerat Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya adalah penjara maksimal enam tahun.

Namun, hingga berita ini ditulis, Christiano belum ditahan. Ia masih menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan dan hanya dikenakan kewajiban lapor.

Keputusan ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, khususnya di media sosial, di mana tagar #JusticeForArgo terus bergema.

Respon Kampus dan Gelombang Dukungan untuk Argo

UGM sebagai institusi tempat kedua mahasiswa tersebut menempuh pendidikan juga tak luput dari sorotan. Fakultas Hukum UGM menunjukkan solidaritas tinggi terhadap almarhum Argo dengan menggelar doa bersama.

Baca Juga: AC Mobil Gak Dingin Bisa Bikin Emosi! Coba 10 Tips Ini Biar Kabin Tetap Semriwing dan Dompet Gak Bolong

Sementara Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menyatakan dukacita dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Organisasi HIPMI PT UGM, yang sebelumnya menaungi Christiano, telah menonaktifkan keanggotaannya sejak sehari setelah kejadian.

Benarkah Hanya Kurang Fokus?

Hasil penyelidikan sementara memang menunjukkan bahwa Christiano tidak berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.

Namun apakah itu cukup untuk menjawab penyebab tragedi ini?

Tidak sedikit masyarakat yang mendesak agar pihak kepolisian menggali lebih dalam—termasuk memeriksa penggunaan gawai saat berkendara, kondisi kejiwaan, dan apakah ada kelalaian teknis lainnya.

Publik berharap agar penyidikan dilakukan transparan dan menyeluruh, karena hanya dengan itulah keadilan bisa benar-benar ditegakkan. Argo, yang dikenal cerdas dan aktif dalam kegiatan kampus, kini telah tiada.

Yang tersisa adalah pertanyaan demi pertanyaan dan sebuah tuntutan besar: keadilan yang sesungguhnya. (*)

Editor : Riana M.
#bmw #tabrak #mahasiswa ugm