NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Ngawi–Solo, tepatnya di KM 549 wilayah Desa Kedungharjo, Kecamatan Ngawi, pada Rabu malam (16/4) sekitar pukul 20.45 WIB.
Sebuah mobil Toyota Avanza bernopol B 1563 JUY menghantam bagian belakang truk tronton bermuatan jagung.
Akibat benturan keras itu, tiga penumpang dalam mobil meninggal dunia di lokasi kejadian.
Bagian depan dan atap mobil ringsek parah, menandakan kerasnya benturan saat menabrak bagian belakang truk.
Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya keberadaan bumper belakang atau Rear Underrun Protection (RUP) pada kendaraan berat seperti truk tronton.
Alasan Pentingnya Truk Pakai Bumper Belakang
Bumper belakang merupakan komponen keselamatan vital yang dirancang untuk mencegah kendaraan lebih kecil seperti mobil atau sepeda motor masuk ke kolong truk saat terjadi tabrakan dari belakang.
Dalam konteks keselamatan jalan raya, bumper belakang memiliki beberapa fungsi krusial.
Pertama, mencegah mobil masuk ke kolong truk, yang sangat berisiko menyebabkan cedera fatal pada pengemudi maupun penumpang.
Kedua, bumper ini dapat mengurangi kerusakan struktural yang lebih parah pada kendaraan yang menabrak dari belakang.
Ketiga, bumper belakang juga menjadi bagian dari pemenuhan standar keselamatan berkendara yang diatur dalam regulasi transportasi.
Termasuk yang ditekankan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Beberapa kasus kecelakaan di jalan tol maupun jalan nasional menunjukkan bahwa absennya bumper belakang atau struktur RUP yang tidak sesuai spesifikasi sering kali berujung pada kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi.
Sejumlah pakar keselamatan menyebut bahwa pemasangan RUP yang benar bisa menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat seperti tabrakan kecepatan tinggi.
Kejadian di Tol Ngawi–Solo ini diharapkan menjadi perhatian bersama. Evaluasi terhadap kelengkapan keselamatan kendaraan berat, khususnya truk, harus diperketat.
Regulasi terkait penggunaan bumper belakang perlu ditegakkan lebih tegas untuk mencegah korban jiwa serupa di masa mendatang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani