MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Warga Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Magetan, dikejutkan dengan keberadaan seorang perempuan yang diduga mengalami depresi.
Perempuan tersebut ditemukan duduk termenung di atas sepeda motor tanpa bicara sejak Minggu malam (9/3/2025) hingga Senin siang (10/3/2025), di depan sebuah warung bakso dan mie ayam Wonogiri.
Perempuan tersebut akhirnya teridentifikasi sebagai Sakinatun Nisa’i Sholikhah (28), warga Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Diduga, ia mengalami gangguan mental dan tersesat hingga Magetan.
Keberadaan Sakinatun pertama kali mencuri perhatian pemilik warung dan warga sekitar.
Menurut Tukiman, perangkat Desa Campursari, perempuan itu datang ke warung sejak waktu Maghrib, Minggu malam (9/3/2025).
Ia sempat mengisi bensin dengan bantuan pemilik warung yang mengira dirinya dalam kondisi normal.
"Awalnya, pemilik warung membantu mengisi bensin karena dikira orang biasa. Tapi setelah menginap semalaman di teras warung, baru diketahui ia menunjukkan tanda-tanda orang dengan gangguan depresi (ODGJ)," kata Tukiman.
Keesokan harinya, perempuan itu tetap diam di atas motornya dan hanya menjawab pertanyaan warga dengan kalimat yang tidak jelas.
Berulang kali warga membujuknya untuk beristirahat di tempat lebih nyaman, namun ia tetap tidak bergerak. Merasa khawatir, warga akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.
Kapolsubsektor Sidorejo, Iptu Handaka, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada Senin pagi (10/3) dan langsung mendatangi lokasi.
"Warga sudah mencoba membujuknya, termasuk ibu-ibu di sekitar lokasi, tapi perempuan itu tetap diam. Akhirnya, kami membawanya dengan ambulans ke Puskesmas untuk diamankan," jelasnya.
Setelah dibawa ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Magetan, identitasnya akhirnya terungkap.
Sakinatun diketahui berasal dari Boyolali dan pihak keluarganya segera dihubungi.
Menurut keterangan pihak keluarga, Sakinatun memang memiliki riwayat keterbatasan mental.
Sebelum ditemukan di Magetan, ia berpamitan pergi ke rumah neneknya yang juga berada di Boyolali, namun tidak kunjung pulang.
Keluarga sempat mencarinya ke berbagai tempat, bahkan berencana melapor ke Polsek Mojosongo, sebelum akhirnya mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas bahwa Sakinatun berada di Magetan.
"Bukan karena putus cinta, karena dia sudah berkeluarga dan suaminya bekerja sebagai pelaut," tambah Handaka.
Untuk sementara, Sakinatun ditempatkan di Shelter Karangrejo Magetan, sambil menunggu pihak keluarga datang menjemputnya.
Sementara itu, sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AD 3091 DO yang digunakannya telah diamankan oleh pihak kepolisian. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid