Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Perang Sarung Jelang Sahur Merajalela di Kabupaten Madiun, 8 Remaja Diamankan Polisi, 7 Berasal dari Kota Madiun

Dian Rahayu • Senin, 3 Maret 2025 | 20:03 WIB
Polisi mengamankan 8 pemuda yang terlibat perang sarung di Madiun.
Polisi mengamankan 8 pemuda yang terlibat perang sarung di Madiun.

MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu – Fenomena perang sarung kembali terjadi selama bulan Ramadan di Kabupaten Madiun.

Kali ini, aksi tersebut berlangsung di Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, pada Minggu (2/3/2025) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.

Polisi berhasil mengamankan delapan remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Kapolsek Wungu AKP Eka Supriyadi mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait aksi perang sarung di jalan masuk Desa Pilangrejo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan patroli dan menemukan dua remaja di lokasi kejadian, yang langsung diamankan.

"Dari hasil pemeriksaan ponsel dan keterangan mereka, diketahui benar telah terjadi perang sarung. Kami kemudian melakukan pengembangan dan menjemput enam pelaku lainnya beserta orang tua mereka untuk diperiksa di Polsek," ujar AKP Eka, Senin (3/3/2025).

Dari delapan pelaku yang diamankan, tujuh di antaranya berasal dari Kota Madiun.

Mereka mengaku telah merencanakan aksi ini melalui grup aplikasi percakapan, sebelum akhirnya berkumpul di lokasi yang telah disepakati.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga sarung, empat ponsel, serta rekaman video perang sarung yang telah beredar di media sosial sebagai barang bukti.

Sebagai tindak lanjut, para pelaku tidak hanya diberikan pembinaan, tetapi juga diwajibkan melapor ke Polsek Wungu setiap Senin dan Kamis hingga batas waktu yang ditentukan.

"Kami juga memberikan pengarahan kepada orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya dan mencegah kegiatan negatif ini terulang," tambah AKP Eka.

Untuk menghindari kejadian serupa, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang rawan terjadi perang sarung.

"Kami telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat perang sarung. Patroli akan lebih digencarkan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan," tegas AKP Eka.

Fenomena perang sarung sering terjadi menjelang sahur di beberapa daerah selama Ramadan. Jika tidak ditangani dengan serius, aksi ini bisa memicu bentrokan dan gangguan ketertiban umum.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk ikut serta dalam pengawasan guna mencegah perang sarung di Madiun. (ryu/kid)

Editor : Nur Wachid
#diamankan #puasa #perang sarung #ramadan #remaja #kabupaten madiun #kota