PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo.
Batu raksasa seukuram rumah longsor dari bukit dan menimpa tempat tinggal milik Narto, seorang warga setempat, pada Sabtu (22/2/2025) sore.
Beruntung, pemilik rumah yang tengah bersantai di teras berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum bencana terjadi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat hujan mengguyur kawasan tersebut sejak siang. Ketika hujan mulai reda, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah bukit di belakang rumah Narto.
Suara itu disertai pohon tumbang yang roboh sebelum akhirnya batu raksasa meluncur deras ke bawah.
“Saya sedang duduk di teras rumah sebelah kiri, lalu mendengar suara gemuruh. Begitu melihat ke belakang, ada batu besar meluncur ke arah rumah. Saya langsung lari ke jalan depan,” ungkap Narto.
Batu raksasa itu menghantam rumah dan meratakan sebagian besar bangunan.
Beberapa perabotan dapur, barang dagangan toko kelontong milik Narto, serta satu unit sepeda motor Suzuki Axelo yang terparkir di dalam rumah hancur tertimpa material bangunan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena saya tinggal sendiri. Tapi semua barang, dari kulkas, dagangan, hingga motor hancur tertimpa reruntuhan,” tambahnya.
Ancaman Longsor Susulan, BPBD Bakal Panggil PVMBG
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan kajian terhadap kondisi bukit di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi bukit masih berpotensi mengalami longsor susulan, mengingat terdapat bongkahan batu lain di puncak bukit yang rawan meluncur.
Selain itu, terdapat dua rumah lain di sekitar lokasi yang juga berisiko terdampak.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengundang tim PVMBG untuk melakukan kajian dan menentukan apakah perlu ada relokasi warga. Sementara itu, kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan deras kembali terjadi,” ujar Masun.
Kajian dari PVMBG diperkirakan akan dimulai dalam waktu satu minggu ke depan.
Sementara itu, warga di sekitar lokasi diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid