PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Dugaan keracunan massal di Kabupaten Ponorogo terus meluas.
Setelah Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, kini kasus serupa juga terjadi di Desa Belang, Kecamatan Bungkal.
Total korban dari dua desa tersebut mencapai 67 orang, satu di antaranya meninggal dunia.
Tragedi ini berawal dari hajatan kenduri yang digelar warga setempat pada Kamis (30/1) malam.
Warga yang menghadiri acara tersebut mengalami gejala mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah menyantap hidangan sate dan gule.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto, mengungkapkan bahwa total korban di Desa Bondrang mencapai 46 orang, sementara 21 warga dari Desa Belang juga mengalami gejala serupa di waktu yang hampir bersamaan.
Meski kedua hajatan berlangsung di tempat berbeda, penyelidikan awal menunjukkan bahwa makanan katering yang dikonsumsi berasal dari penyedia yang sama di Kecamatan Ponorogo.
Polisi telah mengamankan beberapa sampel makanan, termasuk sate, gule, dan kue, untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Ponorogo.
"Kami telah mengambil sampel makanan dari lokasi hajatan dan juga melakukan pengecekan ke tempat pengolahan makanan katering yang digunakan kedua acara tersebut," ujar AKP Rudy.
Selain mengamankan sampel makanan, kepolisian juga telah meminta keterangan dari saksi-saksi, termasuk pemilik katering dan korban yang masih dirawat.
Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti keracunan ini serta langkah hukum selanjutnya.
Beberapa korban masih menjalani perawatan intensif di puskesmas dan rumah sakit setempat.
"Kami mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi, terutama dalam acara besar," tegas AKP Rudy.
Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan keracunan massal ini. Jika terbukti ada kelalaian dalam penyediaan makanan, pihak terkait bisa dikenakan sanksi hukum.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut sambil menunggu hasil laboratorium dari makanan yang dikonsumsi para korban dugaan keracunan massal di Ponorogo. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid