Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Aksi Demo Tolak Kenaikan PPN 12 Persen Berakhir Ricuh, Anggota Polisi Alami Luka di Kepala

Oktaviani Sindy • Sabtu, 28 Desember 2024 | 23:10 WIB

 

Demo penolakan kenaikan PPN 12% di Jakarta ricuh, satu polisi terluka dan massa dibubarkan paksa setelah melakukan pelemparan dan pembakaran ban.
Demo penolakan kenaikan PPN 12% di Jakarta ricuh, satu polisi terluka dan massa dibubarkan paksa setelah melakukan pelemparan dan pembakaran ban.

Jawa Pos Radar Lawu - Demo yang digelar di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/12/2024) menentang kenaikan PPN 12 persen berakhir ricuh, menyebabkan satu polisi terluka di kepala akibat lemparan dari massa.

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ini akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian setelah ketegangan meningkat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi bahwa Brigadir Heri Sabhara, anggota kepolisian yang terluka, sedang mendapatkan perawatan medis akibat lemparan benda keras yang mengenai kepalanya.

Menurut Susatyo, demo yang awalnya berjalan damai semakin memanas ketika satu kelompok massa menolak untuk membubarkan diri sesuai imbauan pihak kepolisian.

“Namun demikian, imbauan-imbauan kami justru dari pihak massa satu kelompok membubarkan diri dan satu kelompok lagi justru melakukan perlawanan terhadap perintah dari pada petugas, membakar ban, kemudian melakukan pelemparan kepada petugas,” ujar Susatyo.

Pihak kepolisian telah memberikan beberapa peringatan, namun massa tetap bertahan dan aksi kekerasan semakin intensif, dengan pelemparan benda dan pembakaran ban sebagai bentuk perlawanan.

Untuk mengendalikan situasi, polisi akhirnya menggunakan water cannon dalam metode embun untuk mengusir massa.

Sebelumnya, massa aksi yang tergabung dalam BEM SI telah diberikan toleransi waktu untuk menyampaikan pendapat.

Namun hingga batas waktu pukul 18.00 WIB mereka tidak membubarkan diri.

Ketegangan meningkat setelah polisi meminta massa untuk bubar secara tertib, tetapi permintaan tersebut tidak diindahkan.

Aksi yang semula bertujuan untuk menyampaikan aspirasi, akhirnya berakhir dengan kericuhan yang memaksa polisi untuk menindak tegas.

Pihak kepolisian menyiagakan water cannon untuk membubarkan massa yang semakin membandel.

“Kami sudah memberikan toleransi waktu dan peringatan, agar kalian membubarkan diri secara tertib,” kata polisi melalui pengeras suara.

Setelah serangkaian peringatan, massa akhirnya dipukul mundur ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan. (okta)

Kondisi armada Trans Jateng Koridor VII Solo-Wonogiri yang dilempar batu oleh orang tak dikenal, Jumat (27/12) sore.
Kondisi armada Trans Jateng Koridor VII Solo-Wonogiri yang dilempar batu oleh orang tak dikenal, Jumat (27/12) sore.
Editor : Riana M.
#polisi #demo #Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia #water cannon #metode embun #massa #kenaikan ppn 12 persen #patung kuda