Jawa Pos Radar Lawu – Anak buah kapal (ABK) bernama Maryadi (21) ditemukan tewas di Muara Angke, Jakarta Utara.
Sebagai konfirmasi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Indrawienny Panjiyoga, menyatakan bahwa jasad Maryadi ditemukan di Dermaga Pengedokan, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu, 24 November 2024, pukul 19.30 WIB.
Awal mula ditemukannya jasad Maryadi ini, ketika angota Basarnas mengecek ada benda yang mengapung.
Lalu setelah di cek ternyata jasad Maryadi yang sudah mengapung. Mengetahui hal ini, tim anggota Basarnas langsung mengevakuasi jasad menggunakan perahu.
Kemudian jasad Maryadi ini dibawa ke Pangkalan Basarnas di Pantai Mutiara, Penjaringan Jakarta Utara.
Kemudian jasad Maryadi dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dilakukannya pemeriksaan, kepolisian mengungkapkan tidak ditemukan tanda –tanda kekerasan di jasad Anak Buah Kapal (ABK).
"Dari hasil pemeriksaan fisik kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan tidak ditemukan tanda-tanda akibat kekerasan benda tajam atau tumpul," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Indrawienny Panjiyoga di Jakarta, Senin.
Kronologi tenggelam Maryadi ini berawal ia nekat berenang kearah tengah laut di Dermaga Pengedokan, Muara Angke, Penjaringan Jakarta Utara, pada Sabtu (23/11/2024). Peristiwa ini di saksikan oleh rekannya sendiri, Sumardi.
Awalnya, Sumardi melihat korban sedang berjalan di sisi dermaga.
Namun, tidak diketahui jelas apa yang sedang dilakukan korban.
Tak lama dari itu, Sumardi melihat Maryadi tiba-tiba turun dan berenang ke arah tengah laut.
"Saat itu, saksi melihat korban sempat meminta tolong dan seperti akan tenggelam," terang Prabowo. Namun, Sumardi tidak bisa menolong Maryadi karena tak bisa berenang. (*)
Editor : Riana M.