MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Malang menimpa enam pelajar putri berseragam SMK yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Raya Plaosan-Sidorejo, tepatnya di depan kantor JNT Express, Dusun Kandenan, Kelurahan/Kecamatan Plaosan, pada Kamis (24/10/2024) pukul 14.30 WIB.
Insiden ini mengakibatkan satu pelajar meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya mengalami patah tulang.
Kecelakaan melibatkan sebuah mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi AG 1426 EK yang dikemudikan oleh Muhammad T (27), warga Desa Gadungan Barat, Kecamatan Puncu, Kediri.
Tabrakan ini juga melibatkan tiga sepeda motor yang dikendarai oleh enam pelajar putri, semuanya berusia 15 tahun.
Menurut informasi yang dihimpun dari saksi mata, Eko Susanto, mobil Suzuki Ertiga tersebut melaju kencang dari arah selatan menuju utara.
Entah mengantuk atau hendak menyalip, tiba-tiba mobil tersebut keluar dari jalurnya dan menabrak tiga sepeda motor dari arah berlawanan.
"Mobil itu melaju kencang, sepertinya pengemudi mengantuk atau mencoba menyalip, dan tiba-tiba terdengar suara benturan keras," ujar Eko.
Kronologi Kejadian Kecelakaan Beruntun Libatkan Enam Pelajar di Magetan
Berdasarkan rekaman CCTV yang tersebar, terlihat salah satu korban terpental cukup jauh saat tertabrak mobil.
Semua korban diketahui masih mengenakan seragam sekolah saat kecelakaan terjadi, yang berlangsung di tengah gerimis ringan.
Baca Juga: Kakak Kandung Mantan Kapolri Badrodin Haiti, Luqman Haiti Meninggal karena Kecelakaan di Jember
Penanganan oleh Pihak Berwenang Petugas dari Satlantas Polres Magetan yang diwakili oleh Bripka Heri Muji segera tiba di lokasi dan melakukan penanganan.
Ia mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil Suzuki Ertiga dan tiga sepeda motor, yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sementara lima korban lainnya langsung dilarikan ke Puskesmas Plaosan dan RSUD dr. Sayidiman.
"Mobil tersebut melaju terlalu ke kanan hingga keluar dari markah jalan dan menabrak tiga kendaraan sepeda motor dari arah berlawanan," terang Bripka Heri.
Kendaraan Suzuki Ertiga mengalami kerusakan parah di bagian depan sebelah kanan, sementara tiga sepeda motor korban rusak berat hingga tak berbentuk.
Bripka Heri mengimbau para pengemudi agar selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur utama wisata menuju Sarangan dan Cemorosewu yang rawan kecelakaan.
"Penyebab kecelakaan ini diduga karena pengemudi mobil mengantuk," tambah Bripka Heri, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Identitas Korban Kecelakaan Beruntun Libatkan Enam Pelajar di Magetan
- Honda Beat dengan nomor polisi AE 3723 QI dikendarai oleh P yang membonceng R, keduanya warga Magetan.
- Yamaha Mio dengan nomor polisi AE 6369 LG dikendarai oleh PR dari Desa Sumberdukun, Ngariboyo, membonceng S dari Desa Sugihwaras, Maospati. PR dinyatakan meninggal dunia.
- Honda Beat dengan nomor polisi AE 4230 AZ dikendarai oleh N dari Desa Balengondo, Ngariboyo, yang membonceng O dari Desa Sugihwaras, Maospati. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid