PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu - Nasib tragis menimpa dua nelayan asal Pacitan, Indra Erdin Hardianto dan Sugito, warga Lingkungan Jaten, Sidoharjo, Pacitan.
Mereka meregang nyawa saat sedang menangkap benur di perairan Tanjung Ngambur, Pacitan. Peristiwa ini diduga terjadi akibat keracunan gas genset yang mereka gunakan di atas kapal.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sogimin pada Minggu (20/10/2024) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sogimin mencurigai perahu yang tengah lego jangkar di tengah laut, karena meskipun waktunya sudah seharusnya kembali, perahu Daplangan tersebut tidak juga menepi di Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan.
"Saya coba hubungi melalui HP, tapi tidak ada jawaban," ungkap Sogimin.
Merasa ada yang tidak beres, Sogimin memutuskan untuk menghampiri perahu tersebut. Saat tiba di lokasi, ia dikejutkan dengan kondisi nelayan di atas kapal.
Indra Erdin Hardianto ditemukan sudah dalam keadaan kaku, sedangkan Sugito ditemukan tak sadarkan diri di dalam tenda terpal dengan genset yang masih menyala.
"Setelah itu, saya segera menelepon pemilik kapal untuk menarik perahu ke Dermaga," tambahnya.
Perahu tersebut tiba di Dermaga PPP Tamperan sekitar pukul 10.30 WIB. Indra Erdin dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara Sugito masih bernapas, meski dalam kondisi kritis.
Baca Juga: Hotman Paris Tanggapi Perceraian Baim Wong: Bukti Rekaman Tak Cukup untuk Tuduhan Selingkuh
Baca Juga: Pengacara Kondang Hotman Paris Beri Nasihat Raffi Ahmad soal Peluang Masuk Kabinet Prabowo-Gibran
Komandan Pos Pengamat Tamperan, Letda Laut Agung Utomo, menjelaskan bahwa dugaan sementara adalah kedua nelayan tersebut keracunan gas dari genset yang mereka gunakan di perahu.
"Diduga kuat keracunan gas berasal dari genset yang digunakan di atas perahu," kata Letda Laut Agung.
Kedua korban segera dilarikan ke RSUD dr. Darsono untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Indra Erdin, sementara Sugito dirawat secara intensif di rumah sakit karena kondisinya yang kritis.
"Korban yang meninggal telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," tambahnya. (hyo/kid)