Jawa Pos Radar Lawu – Kembali viral video pelajar SMP Martapura yang tersebar luas di platform media social. Dalam video yang tersebar pelajar masih menggunakan seragam sekolah pramuka.
Pemeran dalam video yang viral ini sebut saja Lebah dan Mawar (nama samaran) yang kini kabarnya sudah pindah sekolah.
Tujuan menggunakan nama samaran karena agar anak yang masih di bawah umur tidak terserang mental dan kejiwaannya.
Kini Lebah dan Mawar (nama samaran) menjalani pembinaan intensif dari kedua orangtuanya.
Menurut salah satu sumber dari sekolah di wilayah Kabupaten Banjar kejadian sudah lama dan sudah diselesaikan sama pihak sekolah. Yang diherankan, apa motif dari penyebar video etrsebut. Yang dikhawatirkan masa depan dari keduanya ini akan terancam.
Pihaknya juga mendorong kepada para orang tua untuk ikut berperan dan aktif dalam mengawasi anaknya agar hal negative yang tidak diinginkan terjadi lagi. Jika hanya mengandalkan guru saja tidak cukup waktunya. Guru tidak akan tahu apa yang dilakukan siswa di luar jam sekolah.
Kepala Disdikbud Banjar, Liana Penny mengatakan, sejatinya masalah ini sudah diselesaikan bersama orangtua siswa bulan lalu.
Ia pun, menyayangkan ada pihak yang menyebarkan kembali. Sebab, jika diangkat kembali, kasihan orang tua dan keluarganya.
"Kami mengharap semua pihak menjaga kesehatan mental yang bersangkutan dan keluarganya, " urainya.
Kejadian tersebut tidak dilakukan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga sudah memanggil orangtua dari pelaku dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Orang tua mengambil langkah dengan memindahkan pelaku ke sekolah lain. Tujuan memindahakn sekolah karena supaya anak tidak malu dengan teman-temannya, tidak dibully, dan menghindari trauma anak tidak mau sekolah.
Disisi lain, Liana mengatakan bahwa anak-anak pelajar ini menjadi tanggung jawab semua pihak, baik itu pemerintah, sekolah, orang tua, maupun masyarakat karena waktu mereka lebih banyak di masyarakat dan di rumah daripada di sekolah.
"Upaya sekolah juga sudah maksimal, sering sosialisasi dengan narasumber dari Polres (Banjar) juga dari Dinas perlindungan anak, baik materi cyber crime maupun kenakalan remaja," ungkapnya.
Untuk itu, Liana meminta kepada semua pihak agar tidak mencari-cari atau menyebarkan kembali video tak senonoh itu, di mana pelajar yang bersangkutan sudah menyadari kesalahannya dan mau memperbaiki diri untuk sekolah lagi. (*)
Editor : Riana M.