Jawa Pos Radar Lawu – Misteri kematian mahasiswa UK Petra Raphael David (19) satu persatu mulai ditemukan faktanya. Raphael mahasiswa teknik mesin Petra Christian University (PCU) atau UK Petra ini ternyata sudah pernah melakukan pecobaan bunuh diri pada tahun 2021.
"Dari hasil penyelidikan penyidik, yang bersangkutan ternyata pernah melakukan percobaan bunuh diri tahun 2021, tapi gagal," kata Kapolsek Wonocolo Kompol Muhammad Sholeh, Jumat 4 Oktober 2024.
Sholeh menyebutkan, aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Raphael David lantaran mengalami depresi berat. Sebelum mencoba melakukan bunuh diri di tahun 2021, Raphael david ini pernah mengkonsumsi obat langsung 10 butir.
Raphael sendiri, dinyatakan depresi berat oleh dokter psikiater setelah kepergeian sang kakek pada tahun 2018. Sejak tahun itulah Raphael menjadi pribadi yang pendiam dan suka menyediri.
"Bisa jadi, dia mengalami depresi berat itu setelah ditinggal kakeknya. Karena kalau dari keterangan keluarganya, dia dekat banget sama kekeknya itu daripada orangtuanya sendiri," tandas Sholeh.
Terkait penyebab pasti meninggalnya Raphael ini masih belum diketahui motifnya bunuh diri. Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut, termasuk mencari saksi kunci dan barang bukti.
Terkait apakah ada keterlibatan dari orang lain atau murni bunuh diri ini masih diselidiki sampai saat ini.
Sholeh juga mengatakan, Psikolog yang bakal dipanggil tersebut pernah memeriksa korban jauh sebelum kejadian. "Sudah kita jadwalkan panggil psikolog," kata Sholeh.
"Jadi menurut keterangan orang tua dan keluarga, korban ini pernah diperiksa oleh psikolog beberapa waktu lalu. Makanya kami undang untuk menghimpun petunjuk atas kasus ini," imbuh Sholeh.
Saat ini jasad korban masih berada di kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya guna dilakukan autopsi. (*)
Editor : Riana M.