PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Belasan warga Kecamatan Kauman, Ponorogo diduga mengalami keracunan massal.
Mereka mengalami gangguan pencernaan usai menyantap hidangan acara hajatan Senin (19/8) lalu. Warga harus mendapat perawatan di puskesmas serta sebagian di rumah sakit.
Rika Widianawati, salah seorang di antaranya. Dia mengeluh mual, diare, hingga pusing sejak Selasa (20/8/2024).
Tepatnya sehari berselang usai menikmati hidangan hajatan tetangganya di Desa Pengkol, Kauman.
Sempat menjalani rawat jalan, diare tak kunjung reda, hingga dilarikan ke puskesmas Rabu petang (21/8/2024). ‘’Kakak dan orang tua juga diare,’’ kata Rika.
Kapolsek Somoroto Kompol Haryo Kusbintoro membeberkan, sedikitnya 16 warga mengeluh hal serupa usai menyantap hidangan pernikahan.
Mereka berasal dari beberapa desa, seperti Desa Pengkol dan Ngrandu. Dari keterangan sementara, mereka mulai merasakan keluhan tersebut berbeda-beda, mulai Selasa hingga Kamis.
‘’Ada juga yang langsung dirasakan, tapi baru ke puskesmas beberapa hari setelahnya, ada yang langsung dirawat,’’ kata Haryo.
Hingga kemarin sore (23/8/2024), tersisa empat warga yang menjalani rawat inap. Tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Ngrandu, Kauman, RSUD dr Harjono S Ponorogo, hingga RSU ‘Aisyiyah.
Baca Juga: Dugaan Penistaan Agama oleh Wanda Hara Alias Irwansyah, Hadiri Kajian Kenakan Gamis hingga Cadar
‘’Mayoritas mengeluh sama, diare, mual dan pusing,’’ tambahnya sembari memprediksi sebagian warga menjalani perawatan mandiri.
Kepolisian telah mendatangi pemilik hajatan. Pihaknya mengamankan sampel, seperti snack, sisa es podeng, nasi rames hingga puding untuk dikirim ke laboratorium kesehatan.
‘’Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat, untuk pemeriksaan kesehatan sebelum menentukan langkah selanjutnya,’’ jelasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid