Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral! Nama Aplikasi Layanan Publik SiPEPEK, SiMONTOK, hingga iPubers Milik Pemda, Netizen Salfok & Geleng Kepala

Oktaviani Sindy • Selasa, 9 Juli 2024 | 02:52 WIB

Nama-nama nyleneh aplikasi layanan publik seperti SiPEPEK, SiMONTOK, dan iPubers viral di media sosial. (kolase screensot laman website SiPepek & SiMontok)
Nama-nama nyleneh aplikasi layanan publik seperti SiPEPEK, SiMONTOK, dan iPubers viral di media sosial. (kolase screensot laman website SiPepek & SiMontok)

Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah nama aplikasi layanan publik milik berbagai pemerintah daerah ini menjadi kontroversi dan viral di media sosial. 

Pasalnya yang membuat polemik tersebut adalah soal penggunaan nama yang diberikan untuk aplikasi tersebut, seperti SiPEPEK, SiMONTOK, hinga iPubers.

Nama-nama tersebut, membuat sedikit risih lantaran penggunaan kata itu merujuk pada alat kelamin perempuan. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dimana "pepek" memiliki arti alat kelamin perempuan. Hal inilah yang kemudian ramai menjadi pembahasan di tengah-tengah masyarakat, bahkan sempat menduduki top trending di aplikasi X.

Seperti dilansir dari sipepek.cirebonkab.go.id, "pepek" atau "pepeg" ini sesungguhnya memiliki arti lengkap atau komplit dalam Bahasa Daerah Cirebon.

Aplikasi SiPEPEK ini kepanjangan dari Sistem layanan program Penanggulangan kemiskinan dan jaminan Kesehatan berfungsi melengkapi kebutuhan warga yang kurang mampu di Daerah Cirebon.

Ada sebagian yang menyarankan untuk diganti nama, karena tidak semua orang yang tinggal di Cirebon adalah orang Cirebon asli.

Sehingga penggunaan bahasa nasional dalam nama aplikasi tersebut akan membuatnya terdengar wajar dan lebih baik, karena stigma terhadap penggunaan kata 'pepek' sendiri adalah hal negatif di Indonesia, yakni merujuk pada alat kelamin perempuan.

Dalam beberapa foto juga diunggah, ada nama-nama aplikasi buatan pemerintah daerah yang serupa. Seperti Pemerintah Kota Surakarta membuat aplikasi layanan publik bernama SIMONTOK artinya Sistem Monitoring Stok dan Kebutuhan Pangan Pokok.

Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Malang membuat aplikasi SiSEMOK yang berarti Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan. Selanjutnya, SiPEDO garapan pemerintah Kabupaten Sumedang yang berarti Sistem Pelatihan Berbasis Database Online.

Cuitan mengenai deretan nama aplikasi garapan dari berbagai pemerintah daerah ini diunggah oleh akun berinisial Ark***** di medsos X justru mendapat respon sebaliknya.

"Tebak generasi," komentar salah satu pemilik akun X.

"Ini beneran apa jokes sih? Mengerikan," balas netizen.

"Fakta bahwa situs ini ada sangat mengerikan," komentar akun lainnya.

"Ada singkatan yang lebih kece malah norak begini," ungkap netizen.

"Apa susahnya kalo bikin nama aplikasi publik itu disayembarakan, biar ada value-nya," pungkas netizen lain.

"Akhlak negara 62 memang di bawah rata-rata ????????????????," kata netizen lain.

"A S T A G A ... Pegawai Pemda di wilayah Indonesia isi otaknya macam mana?" tutur netizen sambil tepuk jidat.

Kontroversi nama-nama aplikasi layanan publik ini menunjukkan pentingnya pemilihan nama yang tepat dan sensitif terhadap budaya serta bahasa masyarakat luas. (okta)

Editor : Riana M.
#organisasi kemasyarakatan #pemda #sistem informasi #pemerintah daerah #malang #karawang #SiPEPEK #nyeleneh #viral #X Twitter #aplikasi #media sosial