JAMBON, Jawa Pos Radar Ponorogo – Insiden maut balon udara di Desa Muneng, Balong tak menciutkan nyali pelaku penerbang balon udara.
Sehari berselang pasca insiden maut balon udara, ledakan mercon melukai dua remaja di Desa Blembem, Jambon pukul 22.00 Selasa (14/5).
Mirisnya, insiden terjadi saat keduanya bersama remaja lain merakit mercon sebagai aksesoris balon udara.
Saat itu, warga setempat dikagetkan ledakan bersumber dari rumah kosong milik Lasemi RT 05 RW 08 desa setempat.
Kerasnya ledakan membuat rumah kayu porak-poranda. Perabotan hingga genting ambyar. Dua remaja di bawah umur mengalami luka-luka akibat ledakan.
Keduanya dilarikan ke klinik dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. ‘’Rumah kosong itu memang sering dibuat kumpul anak desa, saat itu mau racik mercon untuk balon udara,’’ kata Suparno, Kepala Dusun Dukuh desa setempat.
Suparno membeber runtutan kronologi insiden yang mengundang maut tersebut. Saat itu, sekitar tujuh remaja tengah nongkrong di lokasi.
Mereka merakit mercon sebagai aksesoris balon udara. Padahal pemilik rumah sudah melarang sebelumnya, namun mereka nekat.
Nahas, saat menyiapkan bahan peledak, mereka diduga lalai. Suparno memperkirakan di antara tujuh remaja tersebut ada yang merokok.
Sehingga menyulut ledakan dahsyat yang menggegerkan desa setempat. ‘’Pemilik rumah sampai mematikan lampu agar mereka tidak datang. Tapi ternyata nekat, dan kemungkinan ada yang merokok saat itu,’’ ujarnya.
Baca Juga: Duar! Balon Udara di Ponorogo Gagal Terbang, Meledak, Lukai Empat Orang
Rencananya, mereka akan menerbangkan balon udara dilengkapi mercon berukuran raksasa itu saat Idul Adha mendatang.
Usut punya usut, balon udara yang akan diterbangkan bukanlah rakitan sendiri. Melainkan balon udara temon (dipungut) yang tidak sengaja mendarat di desa setempat.
Mereka tinggal merakit mercon sendiri sebagai pelengkap balon udara.
‘’Balon udara di desa kami sudah tidak ada. Karena nemu jadi mereka pengen menerbangkan lagi, akhirnya buat merconnya,’’ jelasnya sembari menyebut satu remaja 13 tahun yang terimbas ledakan dilarikan ke IGD RSUD dr. Harjono, sementara satu remaja lain dilarikan ke klinik setempat.
Dokter IGD Rsud Dr Harjono Ponorogo, Amanda Teri mengatakan bahwa pasien mengalami luka bakar 12 persen.
Kendati mendapat perawatan intensif, pasien dalam kondisi sadar saat masuk IGD. ‘’Luka bakar pada wajah, lengan dan pinggang kanan, serta sebagian rambut,’’ jelas Amanda. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid