MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu- Kecelakaan lalu lintas akibat rem kendaraan blong kembali terjadi di jalur alternatif wisata Telaga Sarangan, Magetan.
Jalur tersebut merupakan jalur lama menuju Sarangan.
Namun Jalur tersebut tidak direkomendasikan untuk dilalui wisatawan yang belum paham medan jalan. Mengingat lokasi rawan laka hingga menyebabkan hilang nyawa.
Teranyar terjadi pada jalan turunan Dukuh Mandoran, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan pada Minggu (17/12) sekira pukul 11.30 WIB.
Baca Juga: Saling Balas! Babak Pertama Persepon Vs Perspa Berlangsung Ketat, Siapa yang Bakal Bersorak?
Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario No. Pol AD-6294-ATF yang dikemudikan Wagino (38), warga Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Wonogiri.
Wagino melaju dari arah atas ke bawah atau dari arah Telaga Sarangan menuju Plaosan.
Sampainya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai Wagino mengalami gangguan pada sistem pengereman.
Akibatnya, Wagino tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak pohon yang berada di kanan jalan.
Akibat kecelakaan tersebut, Wagino yang membonceng istrinya Etik Rahayu (38) dan anaknya Nofa Kurniawan (12), mengalami luka-luka.
Etik mengalami patah kaki kiri dan robek kepala, sedangkan Nofa mengalami patah kaki kiri.
Baca Juga: Breaking News! Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di Ngawi
Warga dan penguna jalan lain yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan.
Ketiga korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kanit Laka Lantas Polres Magetan, Iptu Agnes Tri Ananta, membenarkan peristiwa lakalantas tunggal tersebut. Pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.
Dari hasil olah TKP, penyebab kecelakaan diduga karena gangguan pada sistem pengereman sepeda motor.
"Sepeda motor yang dikendarai sekeluarga ini alami permasalahan dengan sistem pengereman," ujarnya.
Iptu Agnes dalam peristiwa ini mengimbau kepada para pengendara agar selalu berhati-hati dalam berkendara. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan selalu periksa sistem pengereman sebelum berkendara.
"Jalur tersebut tidak direkomendasikan untuk dilalui wisatawan, karena turunan atau tanjakannya sangat ekstrem," pungkasnya. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid