Jawa Pos Radar Lawu - Jelang digelarnya putaran nasional Liga 4 musim 2024/2025 pada 21 April mendatang, kabar kurang menggembirakan datang dari tim wakil Sulawesi Barat, PS Sandeq Polman.
Klub kebanggaan masyarakat Polewali Mandar itu terancam batal berpartisipasi karena keterbatasan dana yang belum juga terselesaikan hingga saat ini.
Melalui akun Instagram resminya, PS Sandeq menyuarakan kegelisahan yang mereka alami menjelang keberangkatan ke Yogyakarta, tempat kompetisi akan digelar.
Dalam unggahan tersebut, manajemen menulis: "Surat terbuka untuk seluruh pemerhati sepak bola.
Sampai saat ini masih terkendala finansial untuk keberangkatan. Belum ada sama sekali support dari Pemkab maupun Askab sebagai induk.’’
Mereka juga menekankan bahwa hingga H-4 kick-off, belum ada bantuan dana sama sekali yang masuk.
"Kick-off tanggal 21 April, sampai sekarang belum satu rupiah pun bantuan masuk. Sedangkan kami berangkat membawa nama Polewali Mandar sebagai perwakilan Sulawesi Barat," tulis pernyataan tersebut.
Manajer PS Sandeq Polman, Muhammad Mubdi, membenarkan bahwa timnya benar-benar kesulitan secara finansial.
Ia mengaku sudah berupaya sejak jauh hari untuk mengajukan permohonan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan juga ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Sayangnya, hingga hari ini, belum ada hasil konkret yang mereka terima.
"Sampai sekarang belum ada bantuan, baik dari pemerintah maupun sponsor swasta. Padahal kami membawa nama daerah ke pentas nasional," ucap Mubdi dengan nada kecewa.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Anime Action Penuh Adrenalin Musim Semi 2025, Lazarus Siap Bikin Jantung Berdebar!
Kondisi pelik ini juga turut diakui oleh Ketua Askab PSSI Polman, Irham.
Ia menyebutkan bahwa secara struktur, klub memang tidak berada di bawah tanggung jawab langsung Askab maupun Asprov.
Namun, ia tidak menampik bahwa sudah sewajarnya pemerintah daerah ikut membantu klub yang mengharumkan nama daerahnya.
"Secara struktural, klub memang bukan tanggung jawab Askab atau pemerintah.
Tapi kalau Pemda memiliki kemampuan keuangan, tentu akan lebih baik jika bisa membantu melalui jalur KONI atau Askab," ujar Irham.
Hingga kini, nasib PS Sandeq Polman masih belum menemui kejelasan. Waktu terus berjalan, dan kick-off Liga 4 tinggal menghitung hari.
Sementara tim-tim lain telah bersiap dengan segala kebutuhan, PS Sandeq masih bergulat dengan keterbatasan dana.
Harapan besar pun tertuju pada seluruh pihak baik pemerintah, swasta, maupun pecinta sepak bola Sulawesi Barat untuk segera turun tangan memberikan bantuan.
PS Sandeq bukan sekadar tim lokal mereka adalah simbol semangat olahraga Polewali Mandar di kancah nasional. (*)
Editor : Riana M.