Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Lewat Extra Time, PSIM Yogyakarta Amankan Gelar Juara Liga 2 Indonesia Usai Taklukkan Bhayangkara FC  

Muhammad Aditya Pangestu • Kamis, 27 Februari 2025 | 03:42 WIB
PSIM Yogyakarta menjadi juara Liga 2 Indonesia, usah kalahkan Bhayangkara FC 2-1 lewat extra time.
PSIM Yogyakarta menjadi juara Liga 2 Indonesia, usah kalahkan Bhayangkara FC 2-1 lewat extra time.

Jawa Pos Radar Lawu – PSIM Yogyakarta akhirnya memastikan diri sebagai juara Pegadaian Liga 2 2024/2025 setelah menaklukkan Bhayangkara FC dalam laga dramatis yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2).

Pertandingan final ini berlangsung sengit dan penuh ketegangan hingga harus diselesaikan lewat babak perpanjangan waktu, setelah skor imbang 1-1 di waktu normal.

Sebelum kick-off, suasana di Stadion Manahan sempat diwarnai dengan momen mengharukan.

Mengheningkan cipta dilakukan untuk mengenang Bejo Sugiantoro, legenda sepak bola Indonesia yang meninggal dunia sehari sebelumnya, Selasa (25/2).

Para pemain, ofisial, dan ribuan suporter yang memadati stadion hening sejenak sebagai penghormatan bagi mantan bek Timnas Indonesia tersebut.

Begitu laga dimulai, PSIM langsung tampil agresif. Laskar Mataram menurunkan kekuatan penuh, termasuk bomber andalan mereka, Rafael ‘Rafinha’ Rodrigues.

Di sisi lain, Bhayangkara FC juga menurunkan skuad terbaik dengan Ilija Spasojevic sebagai ujung tombak.

Sejak menit awal, tempo pertandingan berlangsung cepat dengan jual beli serangan dari kedua tim.

PSIM Yogyakarta membuka keunggulan dengan gol cepat pada menit ke-8. Tendangan bebas Rafinha dari luar kotak penalti meluncur akurat ke gawang Bhayangkara FC yang dikawal Awan Setho.

Gol ini menjadi koleksi ke-20 Rafinha di Liga 2 musim ini, sekaligus membawa PSIM memimpin 1-0.

Setelah tertinggal, Bhayangkara FC mulai mendominasi permainan. Spasojevic dan kawan-kawan terus menekan, mengurung lini pertahanan PSIM.

Namun, kokohnya barisan belakang Laskar Mataram serta ketangguhan kiper Suardi membuat Bhayangkara kesulitan mencetak gol.

Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSIM Yogyakarta.

Memasuki babak kedua, hujan deras mengguyur Stadion Manahan, menyebabkan genangan air di lapangan.

Kondisi ini membuat wasit Rio Permana memutuskan menunda pertandingan selama dua kali 30 menit, menunggu lapangan lebih kondusif.

Setelah laga dilanjutkan, tempo permainan sedikit menurun, tetapi intensitas serangan tetap tinggi.

Bhayangkara FC akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-69. Felipe Ryan mencetak gol lewat sundulan, memanfaatkan umpan matang dari Ruben Sanadi.

Bola meluncur deras ke gawang PSIM dan tak mampu ditepis oleh kiper Suardi, membuat skor berubah menjadi 1-1.

Kedua tim terus berusaha mencetak gol tambahan, namun hingga waktu normal berakhir, skor tetap bertahan imbang.

Laga pun harus rela dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu guna mencari sang juara.

Di extra time, PSIM kembali mengambil inisiatif menyerang. Laskar Mataram tampil lebih agresif, mencoba memanfaatkan kelelahan pemain Bhayangkara FC. Upaya ini membuahkan hasil pada menit ke-112.

Roken Tampubolon menjadi pahlawan kemenangan PSIM dengan gol spektakuler.

Tendangan placing dari luar kotak penalti yang ia lepaskan meluncur mulus ke sudut gawang, membuat Awan Setho tak berkutik.

Gol ini menjadi pukulan telak bagi Bhayangkara FC. Meski mencoba bangkit, mereka gagal menciptakan peluang berbahaya.

PSIM bertahan dengan disiplin hingga perpanjangan waktu berakhir, memastikan kemenangan 2-1 dan mengangkat trofi Pegadaian Liga 2 2024/2025.

Kemenangan ini tak hanya menegaskan status PSIM sebagai kampiun Liga 2, tetapi juga memastikan kembalinya mereka ke Liga 1, kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kini, PSIM Yogyakarta siap menyongsong kompetisi Liga 1 dengan penuh percaya diri, membawa kebanggaan bagi warga Yogyakarta dan suporter setia mereka, Brajamusti. (*)

Editor : Riana M.
#liga 2 indonesia #psim yogyakarta #ketegangan #bhayangkara fc #stadion manahan